Jangan Abaikan Minyak Rem, Kunci Aman Berkendara Motor

DAPURPACUID – Banyak pengendara fokus pada kampas atau cakram saja, namun lupa bahwa minyak rem adalah ‘nyawa’ sistem pengereman. Tanpanya, respons rem tak akan optimal.

Rem yang pakem bukan kebetulan. Ada peran penting minyak rem yang menentukan keselamatan setiap kali motor melaju di jalan. Karena itu, memahami fungsi dan waktu penggantian minyak rem bukan sekadar perawatan.

Melainkan langkah penting menjaga keamanan berkendara. Dalam sistem pengereman, minyak rem bertugas meneruskan tekanan dari tuas atau pedal ke komponen di roda.

Saat tuas atau pedal rem ditekan, akan menggerakkan piston sehingga kampas menjepit cakram dan memperlambat laju kendaraan. Proses ini harus berlangsung presisi agar pengereman tetap responsif.

Namun, kualitas minyak rem tidak selamanya stabil. Seiring waktu, cairan ini dapat menyerap uap air dari udara. Akibatnya membuat performa menurun dan tak lagi maksimal dalam menghantarkan tekanan.

Baca juga:  Bedah Teknologi Vario 125 Street, Upaya Wahana Tingkatkan Vokasi SMK Binaan

Dampaknya, pengereman terasa kurang pakem, lebih lambat, bahkan bisa menimbulkan sensasi ‘rem kosong’. Kondisi ini tentu berbahaya, terutama saat butuh pengereman mendadak.

Selain itu, kandungan air dalam minyak rem juga berpotensi memicu karat pada sistem komponennya. Jika dibiarkan, kerusakan dapat meluas dan menurunkan performa rem secara keseluruhan.

Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi menjelaskan, saat minyak rem sudah tidak dalam kondisi baik, kemampuan dalam meneruskan tekanan akan menurun.

“Penurunan kualitas minyak rem akan berdampak langsung pada respons pengereman. Tekanan yang tidak tersalurkan dengan baik membuat daya cengkeram rem berkurang,” tuturnya dalam siaran resmi.

Tanda Penggantian Minyak Rem

Ada beberapa indikator yang bisa dikenali ketika minyak rem sudah perlu diganti. Pertama, perubahan warna menjadi lebih gelap dari kondisi awal yang bening kekuningan. Ini menandakan adanya kotoran atau kandungan air.

Baca juga:  Promo AHASS Kartini, Servis Motor Matic Honda Lebih Hemat

Kedua, tarikan rem terasa lebih dalam dan kurang responsif. Pengendara harus mengeluarkan tenaga lebih untuk menghentikan laju motor, kondisi yang sering disebut sebagai ‘rem ngempos’.

Ketiga, performa pengereman menurun, di mana jarak berhenti menjadi lebih panjang dan respons rem tidak konsisten, terutama dalam situasi darurat.

Meski tanda-tanda tersebut dapat dikenali, penggantian minyak rem sebaiknya tidak menunggu gejala muncul. Umumnya, penggantian dianjurkan setiap 24 bulan atau 24.000 km, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.

Penggantian di bengkel resmi seperti AHASS, jadi pilihan yang disarankan. Selain menggunakan produk sesuai standar, proses pengerjaan dilakukan teknisi terlatih dengan prosedur yang tepat, sehingga keamanan tetap terjaga.

Servis di AHASS juga mencakup pemeriksaan menyeluruh pada sistem pengereman. Hal ini memungkinkan potensi masalah terdeteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi risiko yang lebih besar.

Sebagai bagian dari komitmen keselamatan berkendara, Wahana juga mengimbau para pengendara untuk rutin melakukan servis tepat waktu di bengkel resmi.

Baca juga:  Vario125 Night Ride Vol. 2: Cara Wahana Bikin Solid Komunitas Vario

Untuk kemudahan, pemilik bisa memanfaatkan aplikasi WANDA dalam melakukan booking service, mencari lokasi AHASS terdekat, hingga mendapatkan informasi perawatan sepeda motor.

Perawatan rutin bukan hanya menjaga performa kendaraan tetap prima, tetapi juga memastikan setiap perjalanan berlangsung lebih aman dan nyaman. [dpid/TH]

Previous articleDOJO Daihatsu Hadir di Blitar, Cetak Lulusan SMK Siap Kerja