DAPURPACUID – Etape perdana gelaran MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 di kawasan Danau Toba – Samosir, Sumatera Utara, bukan sekadar turing eksplorasi pada umumnya.
Melalui kegiatan ini para rider diajak menjelajahi lanskap eksotis di sekitar kawasan danau terbesar di Indonesia itu dengan jalur menantang dan panorama kelas dunia.
Berlangsung selama empat hari (17-20/4), etape perdana ini langsung mencuri perhatian pecinta turing berkat kombinasi rute berkelas, budaya lokal dan destinasi ikonik.
Even ini jadi bukti eksplorasi Indonesia kini semakin premium, terutama dengan dukungan lini skutik MAXi Yamaha yang dikenal nyaman untuk perjalanan jarak jauh.
Tak hanya riding secara rombongan, pengalaman yang ditawarkan juga mencakup keindahan alam, interaksi budaya, hingga spot-spot fotografi yang memanjakan mata.
Salah satu peserta, Ajie Gumelar menuturkan, jalur yang dilalui menghadirkan sensasi lengkap, mulai dari trek lurus, tanjakan, hingga tikungan dengan latar panorama Danau Toba yang memukau.
Dengan mengendarai skutik MAXI Yamaha, lanjut dia, menghadirkan kenyamanan untuk perjalanan jauh, punya fitur canggih sekaligus posisi berkendara yang bikin rileks.
“Belum lagi spot-spot yang dikunjungi sangat instagramable dan cocok untuk mengabadikan momen di media sosial. Ini benar-benar pengalaman turing kelas dunia,” jelasnya.

Bagi pecinta turing roda dua, rute Toba–Samosir pada MTBN 2026 bisa jadi referensi ideal. Jalur ini dilengkapi banyak titik singgah menarik, menawarkan pengalaman wisata autentik. Berikut spot-spot tersebut:
– Desa Meat Balige
Terletak di tepian Danau Toba, desa ini menyuguhkan perpaduan lanskap danau biru, perbukitan hijau, serta nuansa pedesaan yang masih asri. Jalurnya dipenuhi tikungan dengan view danau yang memanjakan mata.
Jalan menuju Desa Meat di Balige menghadirkan sensasi turing yang menyenangkan nan seru karena dipenuhi tikungan dengan view danau dari berbagai sisi.
Desa ini dikenal dengan rumah-rumah tradisional Batak dan keramahan masyarakat lokal yang masih menjaga budaya setempat. Spot ini cocok bagi pemburu foto lanskap eksotis di pagi hari.
– Menara Pandang Tele
Lokasi ini menjadi spot terbaik untuk menikmati panorama Danau Toba dari ketinggian, lengkap dengan udara sejuk termasuk jalur tanjakan yang menantang.
Dari area ini bisa menikmati panorama luas Pulau Samosir, kontur perbukitan, serta bentangan air danau. Udara sejuk khas pegunungan membuat lokasi ini nyaman dijadikan tempat singgah setelah riding.
Jalur menuju Menara Pandang Tele juga terkenal seru karena memiliki kombinasi tanjakan, tikungan panjang, dan pemandangan alam spektakuler sepanjang perjalanan.
– Waterfront City Pangururan
Ikon modern Samosir dengan area santai, taman terbuka, hingga atraksi air mancur malam hari yang memikat. Kawasan wisata modern di pusat Pangururan ini memiliki area pedestrian luas.

Posisinya yang langsung menghadap danau, membuat Waterfront City Pangururan cocok dijadikan lokasi bersantai bersama keluarga maupun gathering komunitas.
Saat malam hari, kawasan ini semakin hidup dengan atraksi air mancur menari berpadu permainan lampu-lampu eksotis memanjakan mata. Pertunjukan ini tak kalah menarik dengan konsep Spectra – A Light & Water Show di Marina Bay, Singapura.
Tersedia pula area food court yang menyajikan aneka kuliner khas seperti kopi sanger, ombus-ombus, ikan mas arsik, mie gomak, serta berbagai hidangan lokal lainnya.
– Jembatan Tano Ponggol
Jembatan bersejarah bagi masyarakat Samosir ini kini tampil modern dan menjadi spot foto favorit dengan latar air jernih dan perbukitan. Jembatan ini resmi dibuka pada 2023.
Landmark penting bagi masyarakat Samosir ini membentang di atas kanal yang memisahkan Pulau Samosir dengan daratan sekitarnya, sekaligus menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.
Area sekitar ditata rapi dengan panorama air jernih, kapal-kapal kecil, serta latar perbukitan indah. Jadi salah satu spot favorit peserta untuk berfoto bersama motor karena memiliki nuansa ikonik dan khas.
– Bukit Holbung
Spot ini dikenal sebagai ‘Bukit Teletubbies’-nya Sumatera Utara, menawarkan hamparan bukit hijau bergelombang luas dan indah dengan view Danau Toba langsung.
Tempat ini jadi favorit menikmati sunrise maupun sunset karena langit terbuka lebar. Jalur menuju Bukit Holbung juga menjadi tantangan menarik karena didominasi jalan menanjak dengan kontur berliku.

– Bukit Sibea-Bea
Daya tarik utama dari spot ini adalah patung Yesus berukuran raksasa di puncak bukit dengan panorama Danau Toba. Tidak salah jika Bukit Sibea-Bea jadi salah satu destinasi favorit.
Bahkan, patung ini diklaim sebagai salah satu yang terbesar di dunia, lebih tinggi dan lebih besar dibanding patung Christ the Redeemer di Rio de Janeiro, Brazil.
Dari sini, pengunjung dapat melihat lanskap Danau Toba dan perbukitan sekitar dari sudut pandang sangat luas. Jalan menuju Bukit Sibea-Bea terkenal mulus dengan kelokan tajam dan elevasi tinggi.
Sehingga jadi salah satu rute favorit pecinta turing. Selain nilai religi, tempat ini juga memiliki daya tarik visual yang sangat kuat untuk fotografi dan konten perjalanan.
– Air Terjun Efrata
Tempat ideal untuk rehat sejenak, air terjun Efrata menghadirkan suasana alami dan udara sejuk pegunungan. Suara gemuruh air berpadu udara sejuk pegunungan menciptakan suasana rileks dan menenangkan.
Area sekitar cukup nyaman untuk beristirahat sambil menikmati panorama hijau. Spot ini jadi pemberhentian sempurna di tengah turing panjang, karena mampu menghadirkan kembali energi sebelum melanjutkan perjalanan.
– Kampung Ulos Hutaraja
Wisata edukatif mengenal proses tenun ulos secara tradisional yang masih dikerjakan secara manual, sekaligus menikmati kopi khas Toba disajikan saat berkunjung ke spot satu ini.
Setiap motif punya filosofi mendalam yang berkaitan dengan doa, penghormatan, dan kehidupan sosial masyarakat Batak. Kampung ini juga menjadi lokasi menarik untuk membeli oleh-oleh khas bernilai budaya tinggi.
Sajian kopi Toba di pinggiran danau dengan panorama indah melalui coffee shop Hutaraja, menjadikan pengalaman wisata budaya terasa semakin lengkap.

– Kampung Adat Huta Siallagan
Destinasi yang satu ini merupakan situs bersejarah dengan rumah adat Batak Toba, serta kursi batu peninggalan masa lalu. Dahulunya, lokasi ini jadi pusat pemerintahan adat dan tempat musyawarah para raja Batak.
Termasuk area meja dan kursi batu yang digunakan untuk sidang hingga eksekusi terhadap pelanggar hukum pada masa lampau.
Pengunjung bisa menyaksikan tarian Tor Tor lengkap dengan atribut khas Batak seperti Ulos, Sortali, dan Singkot. Terdapat pedagang UMKM yang menjual aneka suvenir dan merchandise khas budaya Batak.
– Penyeberangan Ferry Ambarita–Ajibata
Sensasi turing yang unik makin lengkap saat seluruh peserta etape pertama MTBN 2026 menyeberang danau menggunakan ferry dari Ambarita menuju Ajibata, sambil menikmati panorama dari kapal.
Kapal yang digunakan juga dilengkapi dinding kaca lebar yang memungkinkan penumpang menikmati keindahan Danau Toba secara lebih luas dan nyaman.
Biasanya, pengunjung disajikan pertunjukan tari budaya yang menghibur. Momen ini memberikan sensasi turing berbeda karena perjalanan tak hanya melalui daratan, tetapi juga menyatu dengan keindahan danau.
– Toba Kaldera
Kawasan geopark dunia dengan lanskap hasil letusan supervolcano yang spektakuler. Lanskapnya menghadirkan kombinasi danau raksasa, dinding kaldera, lembah hijau, dan perbukitan megah.
Berkendara di kawasan ini memberikan pengalaman visual unik di hampir setiap kilometer perjalanan. Tak berlebihan jika Toba Kaldera disebut sebagai salah satu surga turing terbaik di Indonesia.
Kesuksesan etape perdana ini menegaskan, kegiatan turing kini bukan sekadar perjalanan melainkan pengalaman eksplorasi yang menyeluruh. [dpid/TH]

