DAPURPACUID – Keberhasilan perusahaan saat ini tak lagi hanya diukur dari besarnya penjualan atau inovasi produk yang dihasilkan. Juga melalui kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan.
Kini, masyarakat juga mulai menaruh perhatian besar pada sejauh mana perusahaan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kehidupan sosial di sekitar operasional mereka.
Kesadaran inilah yang mendorong semakin banyak pelaku industri menjalankan program tanggung jawab sosial yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Semangat ini menjadi bagian dari perjalanan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI). Di tengah kiprahnya sebagai produsen kendaraan niaga, Hino menunjukkan bahwa kontribusi kepada negeri juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “The Journey of Hope”, Hino menghadirkan dua inisiatif yang memiliki tujuan berbeda tetapi saling melengkapi.
Dua program telah dilaksanakan, yaitu yang pertama berfokus pada pelestarian ekosistem laut melalui perlindungan tukik penyu, dengan berkolaborasi bersama BenihBaik.
Sementara program kedua diwujudkan lewat pembangunan greenhouse bersama Yayasan Al Ikhlas Ciracas, Serang, Banten, guna mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Komitmen ini diperkenalkan secara simbolis dalam ajang GIIAS 2026 melalui penyerahan bantuan CSR kepada kedua mitra pelaksana. Momen itu menjadi penegasan bahwa keberlanjutan merupakan bagian penting dari perjalanan Hino di Indonesia.
Menjaga Harapan dari Bibir Pantai
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati laut terbesar di dunia. Namun, berbagai spesies penyu masih menghadapi ancaman serius akibat kerusakan habitat, perburuan, hingga pencemaran laut.
Kondisi ini membuat upaya konservasi menjadi semakin penting. Melalui kolaborasi bersama BenihBaik, Hino memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan konservasi tukik.
Bantuan tersebut mencakup penyediaan pakan, perawatan secara berkala, hingga pelepasan tukik ke habitat alaminya setelah siap bertahan hidup di laut lepas.
Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang hidup tukik, sehingga populasi penyu dapat terus terjaga. Kehadiran penyu sendiri memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak masyarakat pesisir.
Perwakilan BenihBaik, Greeny S. Dewayanti memberikan apresiasinya atas dukungan dan kepedulian yang diberikan oleh Hino Indonesia, terhadap kelestarian lingkungan.
“Program pelestarian tukik ini menjadi langkah nyata yang tak hanya menjaga ekosistem laut, juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Pernyataan ini menunjukkan, konservasi tak hanya berdampak pada lingkungan, juga mampu menghadirkan peluang ekonomi melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir.
Greenhouse sebagai Ruang Belajar dan Kemandirian
Hino juga menaruh perhatian pada pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan. Bersama Yayasan Al Ikhlas Serang, perusahaan membangun sebuah greenhouse, yang dirancang sebagai pusat pembelajaran sekaligus pengembangan keterampilan.
Fasilitas ini tidak sekadar menjadi tempat bercocok tanam. Greenhouse diharapkan mampu menjadi media edukasi bagi santri, masyarakat sekitar, hingga peserta binaan yayasan untuk mempelajari teknik pertanian modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Melalui aktivitas tersebut, peserta binaan memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal kemandirian di masa depan.
Pada saat yang sama, hasil pertanian yang dihasilkan juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan masyarakat sekitar pondok pesantren.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat apabila dirancang secara berkelanjutan.
Menurut HCGA CARM Division Head HMSI, Erwin Walesa, program CSR yang dijalankan Hino merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar menghadirkan kendaraan niaga.

Lewat program CSR ini pihaknya ingin menunjukkan, kontribusi Hino tak hanya diwujudkan pada produk dan layanan, juga melalui kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Bersama BenihBaik.com dan Yayasan Al Ikhlas Serang Banten, kami berharap kedua program ini dapat memberikan manfaat nyata, mulai dari menjaga kelestarian ekosistem laut hingga memberdayakan masyarakat melalui pertanian yang produktif.”
“Kami percaya keberlanjutan akan tercipta ketika dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat tumbuh dan bergerak bersama,” tutup Erwin disela penyerahan donasi.
Pandangan ini memperlihatkan, keberhasilan sebuah program sosial tak hanya bergantung pada perusahaan, tapi juga pada sinergi dengan komunitas, organisasi sosial, dan masyarakat sebagai penerima manfaat.
Bagi Hino, program CSR bukan sekadar kegiatan seremonial. Setiap inisiatif dirancang agar memberikan dampak jangka panjang, baik dalam menjaga kelestarian lingkungan maupun meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Perlindungan tukik penyu menjadi investasi bagi keberlangsungan ekosistem laut Indonesia. Sementara pembangunan greenhouse membuka peluang lahirnya generasi yang lebih mandiri melalui keterampilan pertanian berkelanjutan.
Melalui semangat “Hino Untuk Indonesia – Penggerak Transportasi Negeri”, perusahaan ingin menunjukkan bahwa dunia industri memiliki peran penting dalam membangun masa depan yang lebih hijau.
Ketika dunia usaha mampu berjalan beriringan dengan kepentingan lingkungan dan masyarakat, maka keberlanjutan tidak lagi menjadi sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi Indonesia. [dpid/TH]















