BMW Passato Kirim Karya Indonesia ke Panggung SEMA 2026

DAPURPACUID — Langkah BMW Passato menuju panggung otomotif dunia resmi dimulai. Proyek modifikasi berbasis BMW 320 lansiran 2010 ini dilepas dari Museum Joang ’45, Jakarta.

Pada proyek yang digagas National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini bakal melanjutkan perjalanan menuju SEMA Show 2026, 3-6 November, di Las Vegas Convention Center, Amerika Serikat.

Mengusung tema ‘From the Spirit of ’45 to the Global Stage’, pesan ini diterjemahkan pada BMW Passato yang memadukan rekayasa teknis, pengerjaan detail oleh builder lokal, serta unsur budaya Indonesia.

Pemilihan Museum Joang ’45 bukan tanpa alasan. Dari tempat yang lekat dengan perjalanan kemerdekaan itu, BMW Passato diberangkatkan membawa cerita berbeda: karya industri kreatif otomotif Indonesia menuju panggung internasional.

Seperti diketahui, NMAA IMI SEMA Project 2026 ini merupakan wujud nyata refleksi semangat kemerdekaan yang dibawa oleh generasi muda Indonesia ke kancah global.

Momen tersebut sekaligus menegaskan pertumbuhan pesat car culture di Tanah Air yang berkembang pesat, beriringan dengan ekosistem Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX).

Langkah ini bukanlah yang pertama. IMX telah berulang kali secara konsisten mengirimkan mobil-mobil modifikasi terbaik karya anak bangsa ke berbagai pameran otomotif mancanegara untuk mengharumkan nama bangsa.

BMW Passato dikembangkan oleh coach builder Andre Mulyadi bersama Raindy Igas dari Rain Works, yang dibangun dengan presisi dan dibenamkan berbagai produk nasional. Proyek ini menggunakan lampu Pro7 serta cat Spider ABCA.

Sejumlah pelaku industri dalam negeri turut terlibat, yaitu Musartwork, Tomi Airbrush, Lamban, Garasi Drift, Racing Fire Killer, 54 Metal Craft, AirBFT, WetGloss, SecretProjex, Demonsta, Sekutomotif, Artmotive Performance, dan Max Performance.

Tidak berhenti pada kendaraan, unsur budaya turut dibawa melalui busana bernuansa batik karya desainer Shizka Prive yang disiapkan khusus mendampingi BMW Passato di SEMA Show 2026.

Perpaduan keindahan kain warisan budaya Indonesia dan desain otomotif modern ini memperkuat identitas lifestyle serta nilai budaya Nusantara yang dibawa ke hadapan publik otomotif internasional.

Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto menilai kehadiran BMW Passato di Amerika Serikat dapat menjadi pembuktian, Indonesia memiliki kemampuan menghasilkan karya otomotif yang mampu bersaing di pasar global.

Menurutnya, kehadiran mobil karya anak bangsa di Las Vegas merupakan bentuk ‘perjuangan modern’ dalam mengharumkan nama bangsa di ranah industri aftermarket dunia.

Sementara Andre melihat proyek ini sebagai bentuk lain dari semangat kemerdekaan yang diwujudkan melalui kreativitas dan kemampuan para modifikator lokal, lewat karya yang menembus batas dunia.

“Pelepasan BMW Passato menuju SEMA Show 2026 hari ini adalah bukti bahwa modifikasi anak bangsa memiliki kualitas dan daya saing di tingkat internasional,” imbuhnya.

“Hal ini juga menjadi bukti bahwa IMX sudah menjadi ekosistem penting dalam melahirkan para modifikator dan insan muda kreatif Nasional,” tambah Andre.

Dukungan pemerintah juga datang dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai industri modifikasi melibatkan banyak talenta, mulai dari builder, desainer, teknisi hingga produsen komponen aftermarket.

“Kehadiran di SEMA Show dinilai bukan hanya membawa sebuah kendaraan, tetapi juga memperkenalkan cerita, kreativitas, dan kualitas karya Indonesia,” tutup Riefky.

BMW Passato sendiri segera menjalani proses pengiriman menuju Amerika Serikat mengingat kebutuhan waktu untuk logistik dan pengapalan. NMAA-IMI SEMA Project 2026 turut menggandeng Passato Garage sebagai pemilik.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, BMW Passato tidak sekadar menjadi wakil karya modifikasi Indonesia di Las Vegas. Proyek ini juga diharapkan membuka peluang lebih besar bagi produk aftermarket lokal untuk dikenal dan memasuki pasar global. [dpid/TH]