DAPURPACUID – Toyota menarik sekitar 31.000 unit RAV4 Plug-In Hybrid model 2026 di Amerika Serikat akibat masalah perangkat lunak yang berpotensi mengganggu kinerja sistem penggerak.
Adanya gangguan tersebut diprediksi dapat menyebabkan tenaga kendaraan terputus, atau bahkan sistem hybrid mati ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi.
Kampanye penarikan ini telah didaftarkan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Dan Toyota menggunakan kode internal 26TA22 untuk menangani permasalahan tersebut.
Berdasarkan laporan kerusakan, sumber masalah berada pada electronic control unit (ECU) motor generator. Kesalahan komunikasi di dalam sistem elektroniknya pertama kali teridentifikasi melalui laporan teknis lapangan dari Jepang.
Gangguan ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kemampuan kendaraan mempertahankan tenaga saat digunakan di jalan raya.
Meski begitu, Toyota menyatakan laporan yang berkaitan dengan pasar Amerika Serikat masih terbatas dan belum terdapat kecelakaan maupun cedera yang terkonfirmasi akibat masalah tersebut.
Perbaikan ECU Gratis di Dealer
Untuk mengatasi gangguan tersebut, Toyota menyiapkan pembaruan perangkat lunak pada ECU motor generator. Proses perbaikan dilakukan lewat pemrograman ulang di diler resmi tanpa biaya bagi pemilik kendaraan.
Pemilik RAV4 Plug-In Hybrid model 2026 yang termasuk dalam kampanye ini perlu memperhatikan pemberitahuan resmi dari Toyota. Informasi mengenai pelaksanaan perbaikan akan disampaikan melalui surat pemberitahuan kepada konsumen.
Pemilik kendaraan sebaiknya memastikan status unitnya melalui diler Toyota, atau kanal resmi NHTSA berdasarkan nomor identifikasi kendaraan (VIN), terutama sebelum melakukan perjalanan jauh.
Masalah Perangkat Lunak Jadi Perhatian
Recall RAV4 Plug-In Hybrid ini menambah daftar persoalan elektronik yang perlu ditangani Toyota pada lini produknya. Secara terpisah, pabrikan juga menghadapi masalah pada sekitar 140.000 unit Camry.
Adapun permasalahan pada sedan tersebut dilaporkan mengalami gangguan panel instrumen, sehingga layar penunjuk kecepatan tidak menampilkan informasi.
Meski kedua kasus melibatkan sistem elektronik berbeda, situasi ini menunjukkan pentingnya keandalan perangkat lunak pada kendaraan modern yang semakin mengandalkan sistem kontrol terintegrasi.
Bagi Toyota, pembaruan perangkat lunak menjadi langkah penting untuk memulihkan fungsi kendaraan sekaligus menjaga keselamatan dan kepercayaan konsumen.
Sementara bagi pemilik RAV4 Plug-In Hybrid yang terdampak, pemeriksaan dan perbaikan melalui jaringan resmi menjadi langkah utama untuk menangani potensi gangguan tersebut. [dpid/TH]














