Trial Game Dirt 2025 Dipastikan Sengit dan Kompetitif

DAPURPACUID – Even kejuaraan balap motocross dan grasstrack, Trial Game Dirt (TGD) kembali digulirkan tahun ini dengan membidik lima kota sebagai lokasi penyelenggaraan.

Kota Semarang, Jawa Tengah, didapuk menjadi tuan rumah putaran perdana ajang tersebut, yang dijadwalkan dilaksanakan di Sirkuit Lapangan Garnisun, 23-24 Mei mendatang.

76 Rider selaku pihak penyelenggara meyakini even ini kembali mendapatkan antusiasme tinggi dari deretan rider elite Tanah Air, termasuk para penonton yang melihatnya langsung kelak.

Di sisi lain, prediksi jalannya balapan bakal ketat bahkan kompetitif juga akan terjadi di tiap kota, dimana setiap peserta saling unjuk skill terbaiknya demi merebut singgasana juara.

Perwakilan 76 Rider, Agnes Wuisan menuturkan, digelarnya kembali ajang balap itu lantaran antusiasme para pebalap garuk tanah masih sangat tinggi dan kian kompetitif tiap tahunnya.

Ia meyakini perebutan gelar juara tahun ini bakal sengit. Bahkan bukan tak mungkin juara baru bakal lahir untuk memutus dominasi rider-rider yang lebih berpengalaman.

Menurutnya, persaingan di TGD 2025 akan sangat ketat, banyak rider-rider yang sudah menunjukkan keseriusannya untuk menjadi juara di setiap seri hingga menargetkan juara umum di akhir musim.

“Ini tentu menjadi tren positif karena menunjukkan adanya regenerasi maupun sengitnya perebutan podium,” jelas Agnes, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/5).

Sejumlah rider diprediksi bakalan tampil ngotot guna menghentikan laju juara bertahan Trial Game Dirt selama dua tahun beruntun (2023-2024), yaitu Lantian Juan.

Prestasi crosser asal Kediri ini terbilang fenomenal. Namun rider-rider kawakan macam M. Zidane, Ananda Rigi, hingga M. Excel juga punya kualitas setara untuk merebut tahta juara umum tahun ini.

Agnes menambahkan, pemilihan kota berjuluk Venetie van Java sebagai seri pembuka lantaran animo penggemar dan pegiat balap di Semarang dan sekitarnya yang tak pernah surut.

Di samping itu, Sirkuit Lapangan Garnisun memiliki letak strategis, serta karakter lintasan yang mampu menguji adrenalin para crosser kelas wahid Tanah Air.

Sementara itu, Abed Nego Antoro dari Genta Auto & Sport, selaku promotor menjelaskan, persaingan Trial Game Dirt tahun 2025 akan tersaji di empat kelas yang diperlombakan.

Tiga diantaranya merupakan kelas utama yang akan diikuti dan jadi incaran rider-rider elite Nasional, yaitu kelas FFA Open, Campuran Open dan Campuran Non-Seeded. Satu lagi yaitu kelas tambahan FFA Master.

“Secara regulasi masih tetap mengadopsi seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni catatan waktu tercepat dari semua rider di tiap kelas, akan dikonversi dan diakumulasi sebagai poin,” imbuhnya.

Perihal sirkuit Abed menyebut bukan perkara mudah untuk menaklukkannya. Pasalnya di tahun ini ada sejumlah perubahan teknis, mulai dari layout trek hingga penempatan beragam obstacle yang disesuaikan dengan luas lapangan, maupun lintasan yang memiliki panjang lebih dari 800 meter untuk dua lap.

Keberadaan obstacle ini jadi salah satu daya tarik utama buat para penggemar TGD. Pasalnya aksi-aksi ekstrim dari para crosser kerap muncul di sini. Tak jarang, kelihaian dalam menaklukkannya jadi penentu torehan waktu para peserta.

Dipaparkan, tahun ini varian obstacle macam double car jump, jumpingan patah, giant table top, titian kobra, jumpingan kurma royal, jumping tong, hingga bigfoot jump akan jadi tantangan buat para peserta.

“Karakter Sirkuit Lapangan Garnisun ini berupa campuran tanah dan pasir, sehingga faktor teknis bisa sangat menentukan. Para pebalap harus benar-benar mengenali lintasannya, pintar men-setting motornya serta memilih tipe ban yang tepat,” ujarnya.

Sepekan jelang race, sejumlah nama rider elite Nasional sudah mengonfirmasi keterlibatannya di Trial Game Dirt 2025 Semarang, mulai dari juara bertahan Lantian Juan, M. Zidane, Ananda Rigi, M. Excel, dan masih banyak lainnya.

Excel yang turun di kelas FFA Open dan Campuran Open mengaku sudah tak sabar menunjukkan keunggulannya meraih poin maksimal di seri perdana mendatang.

Dia menjabarkan bahwa persiapan yang akan dilakukan seperti biasa, yaitu latihan motor fisik, gym, lari dan bersepeda. Excel mengakui persaingan di tahun ini cukup berat dan akan sangat ketat.

“Targetnya semoga saya bisa lebih baik lagi dibanding tahun lalu, dan mendapatkan hasil yang diinginkan, minimal juara seri atau bahkan Juara Umum TGD 2025,” pungkasnya.

Usai Semarang, Trial Game Dirt 2025 bakal berlanjut ke Sidoarjo (13 – 14 Juni), Bandung (11 – 12 Juli), Probolinggo (29 – 30 Agustus), dan Solo (26 – 27 September). [dpid/TH]

Previous article7 Tips Menyalip Aman di Jalan Raya, Jangan Asal Gas!
Next articleKonvoi & Musik Meriahkan Acara Kumpul Sahabat Daihatsu di Tangerang