Julian Johan Latihan di Gurun Sahara Jelang Dakar 2026

DAPURPACUID – Julian Johan melakoni latihan intensif di Gurun Sahara, Maroko, sebagai persiapan menghadapi ajang balap mobil terekstrem yakni Rally Dakar 2026.

Dengan menggandeng tim balap besutan Prancis, Compagnie Saharienne, latihan langsung di Gurun Sahara, Maroko, di awal September lalu itu untuk mematangkan lagi persiapannya.

Disebutkan bahwa latihan tersebut menjadi pengalaman penting bagi Jeje — sapaan akrabnya — untuk beradaptasi dengan medan gurun, navigasi jarak jauh, hingga simulasi kompetisi sesungguhnya.

Tak hanya praktek, sesi teori juga diberikan guna memperkuat pemahaman secara teknis dan mental. Selama latihan, Jeje menggunakan Toyota Land Cruiser 100 Series berpenggerak Left Hand Drive (LHD).

Mobil ini bukan unit utama yang akan digunakan oleh Jeje di Rally Dakar 2026. Meski begitu, spesifikasinya sama persis, sehingga cukup representatif untuk sesi adaptasi dan pembiasaan.

“Latihannya sangat intens. Mobil, navigator, kondisi medan, semuanya baru buat saya. Tapi justru itu yang saya cari untuk siap mental hadapi Rally Dakar,” ujar Jeje.

Adaptasi Mobil dan Navigasi di Gurun Sahara

Fokus latihan mencakup pengenalan rute, komunikasi dengan navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisi, hingga simulasi kondisi fisik dan mental di tengah suhu ekstrem serta pemandangan gurun yang monoton.

Bagi Jeje, ini menjadi medan yang benar-benar berbeda dari pengalaman balap off-road yang telah dilakoni sebelumnya. Disisi lain, Dipilihnya tim Compagnie Saharienne bukan tanpa alasan.

Workshop asal Prancis ini dikenal sebagai salah satu tim spesialis Dakar dengan jam terbang tinggi. Bahkan, tim inilah yang dipercaya membangun kendaraan untuk kebutuhan panitia resmi Rally Dakar.

“Pasirnya sangat halus dan medan terlihat mirip di semua sisi. Ini bisa bikin jenuh dan kehilangan arah kalau tidak fokus. Maka penting banget buat terus jaga konsentrasi,” tambahnya.

“Tim ini sudah sangat berpengalaman. Mereka tahu setup kendaraan seperti apa yang dibutuhkan di Dakar. Jadi saya rasa ini partner yang tepat,” ungkap Jeje.

Tak hanya soal teknis, kehadiran Jeje juga mendapat sambutan hangat dari tim. Mereka mengaku terkejut sekaligus antusias melihat peserta dari Indonesia yang ingin bersaing di ajang seberat Rally Dakar.

“Mereka kaget ada orang Indonesia yang mau ikut. Tapi begitu tahu visi dan target saya adalah menuntaskan kompetisi, kami langsung klik,” lanjutnya.

Berbekal pengalaman, latihan intensif dan dukungan penuh tim, Julian Johan menetapkan target yang realistis namun ambisius — menyelesaikan seluruh etape hingga garis finish.

Mengingat Rally Dakar adalah ajang reli paling berat di dunia dengan jarak tempuh lebih dari 8.000 km, finis dengan selamat sudah menjadi prestasi tersendiri baginya.

Putra pereli nasional, Ismail Johan ini menegaskan bahwa keikutsertaannya bukan sekadar ikut tampil, tetapi juga ingin mengharumkan nama Indonesia di ajang reli dunia. [dpid/TH]

Previous articlePenggagas City Car Listrik di Indonesia, Wuling Air ev Masih Jadi yang Terpopuler
Next articleGarda Oto Gaet Komunitas Mobil, Gaungkan Aman Berkendara