DAPURPACUID – Diva Zahra mampu melewati musim 2025 dengan keberhasilannya tampil kompetitif dan menunjukkan kematangan kompetitif sepanjang Kejurnas Sprint Rally.
Pereli muda berusia 24 tahun ini membuktikan diri sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di pentas reli nasional. Wanita kelahiran Bandung itu sukses menembus persaingan ketat musim 2025.
Tak hanya itu, bahkan mampu tampil impresif di berbagai kelas yang diikuti. Kiprahnya di Kejurnas Sprint Rally makin menegaskan kapasitasnya sebagai pebalap muda yang berkembang pesat.
Seperti diketahui, Diva berhasil menduduki Juara 2 Kelas Wanita. Dan pada seri pamungkas, dia juga berhasil masuk Top 6 Non-Seeded, dan naik Podium 3 di Kelas U25 (under 25) di tengah dominasi para pereli pria.
Di tengah meningkatnya jumlah peserta wanita dan kompetisi yang semakin tajam, Diva tetap mampu menjaga performa stabil. Artinya, pencapaian yang Diva raih terjadi bukan di saat yang mudah.

Dengan konsistensi yang menonjol, ia menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi teknik, ketahanan mental, hingga pengambilan keputusan di lintasan.
Salah satu pencapaian paling menonjol adalah finish rate 100% di seluruh putaran Kejurnas Sprint Rally 2025. Tak sekalipun ia gagal menyelesaikan lomba, sebuah prestasi yang sangat jarang dicapai di dunia reli.
“Di dunia balap, finish rate 100% ini jadi prestasi yang luar biasa. Tak hanya menjelaskan konsistensi pebalapnya, juga keutuhan dan kerja sama tim,” tutur Rifat Sungkar, disela temu media di Jakarta, Senin.
Didampingi Rifat sebagai mentor dan co-driver Reza ‘Eca’, Diva melakoni musim dengan konsistensi, disiplin latihan tinggi dan fokus matang dalam peningkatan performanya tahun ini.
Program pendidikannya di jenjang S2 Hukum Universitas Indonesia saat ini terbilang tidak menghalangi komitmennya untuk terus berkembang di dunia reli.

Perkembangan yang Pesat, Siap Naik Kelas
Diva menegaskan, pencapaian musim ini bukan sekadar soal podium tapi bagaimana ia berkembang sebagai seorang pereli profesional. Ia merasakan peningkatan pada penguasaan teknikal, kontrol kendaraan, hingga kemampuan merespons tekanan dengan cepat.
“Setiap stage memberikan pembelajaran yang membuat saya makin matang. Pencapaian 2025 sangat berarti, bukan hanya soal podium,” jelasnya lebih lanjut.
Berkat performanya yang makin melesat, alhasil mendatangkan berbagai sponsor mulai dari Pertamax Turbo, Fastron dan Telkomsel, serta co-sponsor Digiroad, Enervon Active, Tekiro dan Autovision.
Dibalik itu, Rifat yang melihat langsung perkembangan Diva mengaku sangat jelas perbedaannya saat pertama kali mulai ‘membinanya’ kala dia berusia 22 tahun.
Dia menilai Diva kini lebih presisi dan menunjukkan potensi besar dalam mengeksekusi teknik berkendara, serta semakin matang dalam membaca situasi lintasan.

Bahkan, dia melihat bagaimana Diva mengalami perkembangan pesat dalam pengambilan keputusan, pemahaman teknis, dan ketahanan mental ketika berkompetisi.
Menurutnya, dengan program latihan yang konsisten, Diva memiliki peluang untuk naik kelas dan berpartisipasi di ajang dengan level kompetisi lebih tinggi dalam waktu dekat.
“Diva menunjukkan progres signifikan. Ia semakin presisi dan mampu menjaga fokus dalam berbagai kondisi lintasan. Dengan pola latihan yang tepat, ia siap naik kelas,” paparnya.
Rifat pun menekankan bahwa keberanian Diva untuk terus belajar menjadi faktor kunci yang membuatnya mampu bersaing di antara para pereli muda terbaik Tanah Air.
Prediksi tersebut diperkuat dari Eca yang telah mendampingi Diva sejak 2023. Dia menyebut peningkatan paling besar justru terlihat dari pengolahan pace note yang kini jauh lebih cepat dan presisi.

Komunikasi mereka kini jauh lebih solid dibandingkan dengan musim sebelumnya, yang membuat performa Diva semakin stabil di berbagai kondisi lintasan.
“Diva semakin matang dalam memproses informasi dan bereaksi tepat di momen-momen kritis sekalipun. Itu tanda pereli yang siap naik kelas,” pungkas Eca.
Menghadapi musim reli 2026, Diva mengaku optimis berbekal fondasi teknik dan mental yang makin kuat. Ia menargetkan peningkatan konsistensi waktu, perbaikan kecepatan, serta kesiapan memasuki kompetisi yang lebih menantang.
Diva pun menegaskan, pencapaian tahun ini bukan puncak, melainkan langkah awal dari perjalanan panjang yang ingin ia tempuh di dunia motorsport, khususnya ajang reli.
Baik Rifat maupun Eca sepakat Diva punya potensi besar menjadi salah satu ikon baru pereli perempuan Indonesia, baik di level nasional maupun internasional. [dpid/TH]

