DAPURPACUID – Langkah besar menuju transportasi umum ramah lingkungan di Indonesia semakin nyata.
Green SM (GSM) Indonesia baru saja mengamankan komitmen pendanaan jangka panjang senilai Rp600 miliar dari Bank Central Asia (BCA) melalui penandatanganan perjanjian pinjaman investasi berdurasi lima tahun.
Suntikan dana segar ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kepercayaan sektor perbankan terhadap model bisnis mobilitas listrik yang dijalankan GSM sejak debutnya di Jakarta pada akhir 2024 lalu.
Memperkuat Fondasi Operasional di Seluruh Indonesia Fasilitas pinjaman investasi ini diproyeksikan untuk memperkokoh struktur pendanaan GSM dalam menjaga konsistensi layanan di wilayah operasionalnya saat ini, termasuk Jakarta, Bekasi, Surabaya, Makassar, hingga Bali. Dengan pendanaan yang stabil, GSM memastikan ekspansi layanan taksi listrik mereka berjalan terukur tanpa mengorbankan kualitas layanan profesional bagi pelanggan.
“Perjanjian ini adalah bentuk pengakuan terhadap model operasional kami yang disiplin. Fasilitas ini memperkuat fondasi keuangan perusahaan untuk mendukung layanan yang stabil di berbagai kota,” ungkap Deny Tjia, Managing Director Green SM Indonesia.
BCA dan Komitmen Ekonomi Berkelanjutan Bagi BCA, kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi besar Corporate Banking dalam mendukung sektor usaha yang adaptif terhadap kebutuhan perkotaan masa depan. SVP Corporate Banking BCA, Denny Haryanto, menegaskan bahwa dukungan ini selaras dengan tanggung jawab lingkungan dan ketahanan ekonomi jangka panjang Indonesia.
“Kami mendukung inisiatif yang sejalan dengan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Transportasi hijau kini menjadi pilar penting bagi kemajuan infrastruktur kita,” ujar Denny.
Lebih dari Sekadar Teknologi Kendaraan Listrik GSM Indonesia hadir sebagai solusi mobilitas harian yang tidak hanya bebas emisi, tetapi juga senyap (bebas polusi suara). Kehadiran armada taksi listrik sepenuhnya ini menjawab ekspektasi masyarakat perkotaan yang semakin peduli terhadap lingkungan. [dpid/BGS]

