TKDN Hino Tembus 71 Persen, Produksi Lokal Makin Kuat

DAPURPACUID – Hino Motors Ltd Jepang memperkuat produksi lokal di Indonesia dengan pencapaian tingkat kandungan lokal hingga 71,85 persen di sejumlah model unggulan.

Langkah ini menegaskan komitmen Hino dalam mendukung industri otomotif nasional sekaligus memperbesar peran Indonesia sebagai basis produksi kendaraan niaga.

Di tengah persaingan global, strategi peningkatan kandungan lokal (TKDN) menjadi kunci untuk memperkuat daya saing manufaktur dalam negeri.

Tak hanya berfokus pada produksi, Hino juga terus memperluas investasi, pengembangan teknologi, serta kontribusi terhadap ekosistem industri nasional yang berkelanjutan.

Penguatan ini disampaikan pada pertemuan Wakil Menteri Kementerian Perindustrian RI, Faisol Riza, dengan jajaran manajemen Hino, termasuk Satyakam Arya, Shingo Sakai, dan Hiroshi Terawaki.

Dalam pertemuan tersebut mereka membahas penguatan industri kendaraan niaga, disertai berbagai peluang Indonesia sebagai hub produksi dan ekspor global.

Lewat entitasnya di Indonesia, seperti PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) dan PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), menggelontorkan investasi hingga US$112,5 juta dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 unit per tahun.

Baca juga:  Hino 300 Series Fire Truck Tampil Edukatif di GIICOMVEC 2026

Aktivitas tersebut juga menyerap sekitar 1.547 tenaga kerja, sehingga mampu memperkuat fondasi industri otomotif nasional di tengah dinamika pasar.

Selain memenuhi kebutuhan domestik, Hino pun menargetkan Indonesia sebagai basis ekspor kendaraan niaga ke pasar regional dan global. Dukungan rantai pasok lokal yang semakin solid dinilai menjadi modal penting dalam mendorong ekspansi tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri otomotif nasional, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

Dari sisi kandungan lokal, Hino terus mencatat peningkatan signifikan. Saat ini, nilai TKDN berada di kisaran 44,35 persen hingga 57,26 persen untuk berbagai model.

Bahkan, enam tipe kendaraan seperti Hino 300 Series 115 SD, 136 HD, 136 HDX, 136 MDL, 115 SDB, dan 115 SDBL telah mencapai TKDN hingga 71,85 persen.

Capaian peningkatan kandungan lokal ini menjadi bukti nyata penguatan industri komponen nasional, sekaligus dukungan Hino terhadap ekosistem manufaktur dalam negeri.

Baca juga:  Puluhan Anggota Bismania Serbu Booth Hino di GIICOMVEC 2026

Tak hanya itu, Hino juga aktif dalam pengembangan SDM melalui program vokasi, penyediaan fasilitas laboratorium dan kolaborasi dengan institusi pendidikan guna meningkatkan kualitas tenaga kerja industri otomotif.

Pemerintah sendiri terus mendorong sinergi antara pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan kapasitas produksi nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian Indonesia.

Presiden Direktur HMSI, Shingo Sakai menegaskan, langkah strategis yang diambil perusahaan semakin memperkuat posisi Hino sebagai salah satu pemain utama kendaraan niaga di Indonesia.

Selain meningkatkan produksi lokal, lanjut dia, Hino juga memastikan layanan purna jual tetap optimal melalui jaringan luas, guna menjaga performa kendaraan pelanggan.

“Melalui ketersediaan suku cadang, layanan perawatan berkala, serta dukungan teknis profesional, kami berupaya memastikan operasional pelanggan tetap optimal dan produktif di berbagai sektor industri,” tandasnya. [dpid/TH]

Previous articleALVA Gandeng Grab Edukasi Pengemudi Ojol Perempuan
Next articleGreen SM Update Aplikasi, Permudah Pelanggan Berkat Fitur AI