Bedah Teknologi Vario 125 Street, Upaya Wahana Tingkatkan Vokasi SMK Binaan

DAPURPACUID – Dunia otomotif khususnya roda dua bergerak cepat, dan kesenjangan antara teori di sekolah dengan praktik industri secara nyata tak boleh dibiarkan melebar.

Karena itu, dunia pendidikan dituntut untuk beradaptasi dalam mencetak sumber daya manusia lulusan vokasi yang siap kerja. Honda hadir membawa pembaruan ilmu langsung ke ruang kelas SMK.

Menjawab hal itu, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) bersama Astra Honda Motor kembali menggulirkan program Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI) di SMK Yuppentek 2, Tangerang.

Digelar pada Jumat (24/4) lalu, selain memperkuat pendidikan vokasi SMK binaan, tim vokasi AHM membedah langsung teknologi dan fitur unggulan pada Vario 125 Street.

Materi disusun aplikatif agar mudah dipahami sekaligus relevan dengan kebutuhan industri, mulai sistem mesinnya, efisiensi BBM, hingga teknologi terkini yang digunakan pada motor skutik tersebut.

Seluruh materi telah dirancang agar selaras dengan perkembangan teknologi sepeda motor Honda, sehingga dapat menjadi bekal tambahan bagi siswa dan tenaga pengajar.

Baca juga:  Ban Berukuran Besar Bikin Gagah? Ini Risiko yang Mengintai

Bagi siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), sesi ini menjadi kesempatan emas. Mereka tak hanya memahami teori, juga mendapatkan gambaran nyata tentang standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

Hal ini penting untuk memastikan lulusan SMK memiliki daya saing yang tinggi. Hal ini ditegaskan oleh Head of TSD WMS, Benedictus F. Maharanto pada siaran resminya.

Menurutnya, melalui program ini Wahana ingin memastikan siswa dan tenaga pengajar mendapatkan pembaruan teknologi yang relevan agar lebih siap bersaing di dunia kerja.

“Ini menjadi langkah konkret dalam mendukung kesiapan lulusan vokasi agar lebih kompeten dan siap bersaing di dunia kerja,” jelas Benedictus lebih lanjut.

Tak hanya edukasi, kegiatan tersebut juga menghadirkan layanan servis sepeda motor Honda melalui booth yang tersedia khusus bagi para guru di SMK Yuppentek 2.

Kehadiran fasilitas ini menjadi nilai tambah, memastikan kendaraan tetap dalam kondisi optimal untuk menunjang mobilitas harian para tenaga pendidik.

Baca juga:  Motor Sering Brebet di Pagi Hari? Waspada Rotak Fuel Pump Anda 'Jerit' Kehausan

Lebih jauh, program AHBI juga menjadi wadah yang tepat untuk memperkuat sinergi antara Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan dunia pendidikan.

Kolaborasi ini dinilai penting guna menciptakan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, sekaligus membentuk lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Sinergi DUDI menjadi kunci menciptakan SDM unggul. Siswa tak hanya memahami teknologi, tetapi juga siap secara mental dan keterampilan,” tutup Benedictus.

Di tengah tuntutan industri yang semakin dinamis, lulusan SMK dituntut mampu beradaptasi dengan cepat. Pembaruan kompetensi menjadi kebutuhan mutlak, terutama di sektor otomotif roda dua yang terus mengalami inovasi.

Program AHBI sendiri merupakan bagian dari inisiatif Sinergi Bagi Negeri dari AHM. Fokusnya memperkuat kontribusi di bidang pendidikan vokasi melalui kerja sama berkelanjutan dengan SMK binaan.

Melalui kegiatan ini, Honda berharap mampu meningkatkan kualitas siswa dan tenaga pengajar, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Baca juga:  Honda Premium Matic Day, Surga Skutik Premium Digelar di Jakarta

Ke depan, WMS dan AHM berkomitmen menghadirkan lebih banyak program edukatif. Tujuannya jelas: mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan industri otomotif masa depan. [dpid/TH]

Previous articleTest Drive Suzuki Fronx Berhadiah Mobil dan iPhone, Caranya?