DPR Tekankan TKDN, QJMotor Gaspol Bangun Industri Lokal

DAPURPACUID – Langkah penguatan industri otomotif nasional kembali mendapat sorotan serius dari parlemen. Dibuktikan dengan kunjungan DPR RI ke QJMotor Manufacture Indonesia.

Dalam kunjungan Komisi VII ke fasilitas pabrik QJMotor di Indonesia itu, mereka menyoroti perusahaan untuk terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) saat ini.

Termasuk standar manufaktur, hingga daya saing global yang menjadi fokus utama pembahasan antara pemerintah dan industri. Langkah ini menjadi bagian dari tinjauan terhadap kesiapan investasi dan arah pengembangan industri otomotif nasional.

Melalui lawatan tersebut menjadi forum strategis antara regulator dan pelaku industri dalam membahas isu krusial, seperti peningkatan nilai investasi, penguatan industri dalam negeri, serta standar manufaktur yang berdaya saing global.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Pertaunan Dulay menegaskan, penerapan TKDN bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi penting dalam membangun kemandirian industri nasional.

“Kami mendorong agar setiap investasi mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian domestik, melalui peningkatan komponen lokal secara bertahap dan terukur,” imbuhnya.

Baca juga:  TKDN Hino Tembus 71 Persen, Produksi Lokal Makin Kuat

Menanggapi hal ini, pihak QJMotor Manufacture Indonesia memastikan bahwa strategi peningkatan TKDN telah masuk dalam roadmap jangka panjang perusahaan.

Menurut mereka, implementasi tersebut akan dilakukan seiring dengan penguatan kapasitas produksi, sekaligus pengembangan rantai pasok komponen berbasiskan lokal.

Dari sisi teknologi, QJMotor Indonesia mengandalkan sistem manufaktur modern yang mengintegrasikan otomasi, rekayasa presisi, serta kontrol kualitas standar global.

Fasilitas produksi dirancang adaptif terhadap kebutuhan pasar domestik, sekaligus tetap memenuhi standar internasional melalui dukungan jaringan global QJMotor.

Di sisi lain, komitmen investasi juga diperkuat oleh QJMotor melalui penyerapan tenaga kerja lokal, termasuk pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor otomotif.

“Transfer teknologi dari pusat global QJMotor di China menjadi bagian penting dalam menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing di industri otomotif modern,” tutur Factory Division Head QJMotor Manufacture Indonesia, Bintang.

Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty turut menyoroti pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) di semua proses manufaktur guna memastikan kualitas produk dan perlindungan konsumen.

Baca juga:  Tak Takut Harga Anjlok, Hyundai Beri Jaminan Harga Jual 70% di Tahun Ketiga

“Standar seperti SNI bukan hanya regulasi, tapi menjadi instrumen penting guna menjaga kualitas industri nasional agar mampu meningkatkan kualitas dalam negri,” jelasnya.

QJMotor Indonesia pun menyatakan komitmennya memastikan seluruh proses produksi memenuhi standar yang berlaku, termasuk SNI, guna menjaga kepercayaan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Dukungan pemerintah juga ditegaskan melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Lewat Dirjen ILMATE, Setia Diarta, pemerintah memastikan akan terus mengawal pertumbuhan industri.

“Kemenperin selaku regulator akan selalu mengawal pertumbuhan dan perkembangan pihak industri di Indonesia, agar sejalan dengan target nasional, termasuk dalam penerapan TKDN dan standar industri,” tandasnya.

Kunjungan ini sekaligus mempertegas posisi QJMotor Indonesia sebagai salah satu basis strategis pengembangan industri sepeda motor di kawasan Asia Tenggara.

Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, percepatan investasi dan peningkatan kualitas manufaktur nasional diyakini akan semakin solid ke depannya. [dpid/TH]

Previous articleBangkit di Sepang, Talenta Muda AHM Kuasai IHTTC 2026
Next articleRNS Indonesia Resmi Mengaspal! Bengkel Berstandar Australia