DAPURPACUID – Suara dengung yang muncul dari roda bagian belakang motor matic sering kali dianggap sepele oleh banyak pemiliknya. Padahal bisa jadi adanya masalah serius.
Bunyi ‘ngiung’ yang lazim terdengar di sektor tersebut biasanya terjadi pada sistem transmisi, terutama jika oli gardan alias gear oil sudah terlambat diganti.
Tak sedikit pemilik motor yang rutin mengganti oli mesin, namun lupa merawat oli gardan. Akibatnya, komponen transmisi bekerja tanpa pelumasan optimal dan berisiko mengalami kerusakan yang biaya perbaikannya tidak murah.
Disisi lain, masih banyak pengendara yang mengira oli mesin sudah cukup untuk melindungi seluruh komponen motor. Padahal faktanya, motor matic punya dua sistem pelumasan berbeda dengan fungsi yang sama-sama vital.
Oli mesin bertugas melindungi komponen di ruang bakar seperti piston, kruk as, dan katup. Sementara oli gardan berfungsi melumasi roda gigi (gear ratio) transmisi yang bertugas meneruskan tenaga mesin ke roda belakang.
Komponen ini bekerja dalam putaran tinggi dan terus menerus menerima beban saat motor digunakan. Tanpa pelumasan yang baik, gesekan antar logam akan meningkat sehingga mempercepat keausan komponen.
Seiring waktu, oli gardan akan mengalami penurunan kualitas. Cairan pelumas menjadi lebih encer, kemampuan melumasi berkurang, bahkan dapat tercampur serpihan logam halus akibat gesekan komponen di dalam gardan.

Untuk menjaga performa transmisi tetap optimal, penggantian oli gardan sebaiknya dilakukan secara berkala. Patokan yang umum digunakan, satu kali ganti oli gardan setiap dua kali penggantian oli mesin.
Muncul Dengungan? Jangan Tunggu Sampai Rusak
Salah satu tanda paling mudah dikenali ketika oli gardan sudah tidak lagi bekerja optimal adalah munculnya suara dengung atau ngiung dari area roda belakang motor.
Biasanya suara tersebut terdengar semakin jelas dan keras saat motor melaju pada kecepatan tertentu, atau ketika pengendara menutup gas saat deselerasi.
Bunyinya berasal dari gesekan antar gigi transmisi yang tidak lagi terlindungi lapisan pelumas secara maksimal. Jika kondisi ini terus dibiarkan, keausan pada gear ratio akan semakin parah.
Bahkan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen. Selain suara berdengung, pengendara juga bisa merasakan getaran tidak normal dari area CVT atau roda belakang.
Saat gejala-gejala itu mulai muncul, pemeriksaan segera di bengkel sangat disarankan. Menunda perbaikan hanya akan memperbesar risiko kerusakan dan biaya yang harus dikeluarkan.
Hemat Belasan Ribu, Hindari Kerugian Hingga Jutaan Rupiah
Salah satu alasan pengendara menunda penggantian oli gardan adalah karena motor masih terasa normal digunakan. Padahal, kerusakan transmisi sering terjadi secara bertahap dan tidak langsung terasa.

Harga oli gardan yang beredar di pasaran dan pada bengkel-bengkel tergolong sangat terjangkau, bahkan hanya berkisar belasan ribu rupiah untuk sekali penggantian.
Namun jika gear ratio sudah mengalami kerusakan akibat kurang pelumasan, biaya perbaikannya bisa melonjak signifikan hingga ratusan ribu bahkan mendekati jutaan rupiah.
Belum lagi jika kerusakan merembet ke komponen lain seperti bearing roda belakang, seal oli, atau bagian transmisi lain yang ikut terdampak akibat gesekan berlebihan.
Karena itu, mengganti oli gardan secara rutin merupakan salah satu bentuk perawatan paling murah yang dapat dilakukan pemilik motor matic guna menjaga usia pakai kendaraan tetap panjang.
Dengan melakukan servis berkala dan mengganti oli gardan sesuai jadwal, performa motor tetap halus, kenyamanan berkendara terjaga, dan risiko kerusakan mahal dapat dihindari.
Bagi pengguna motor Honda, pemeriksaan dan penggantian oli gardan dapat dilakukan di bengkel resmi AHASS, yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Termasuk di area Jakarta dan Tangerang.
Selain mendapatkan oli asli yang sesuai spesifikasi pabrikan, proses pengerjaan juga ditangani oleh teknisi berpengalaman sehingga kondisi transmisi motor tetap terjaga dengan optimal. [dpid/TH]

