DAPURPACUID – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan vokasi tanah air.
Yamaha resmi menerima kunjungan industri (factory visit) dari puluhan guru SMK jurusan Pemasaran dari seluruh Indonesia di pabrik YIMM Pulo Gadung, Jakarta.
Agenda resmi ini diinisiasi oleh Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah. Kunjungan ini menjadi bagian dari program strategis “1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas” yang bertujuan memperkecil jarak (gap) antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan riil dunia bisnis modern.
Melalui kolaborasi ini, Yamaha membuka pintu lebar-lebar bagi para tenaga pendidik untuk mempelajari dinamika industri manufaktur skala internasional. Para guru peserta studi banding dibekali dengan berbagai pemaparan mendalam, meliputi:
-
Sejarah & Teknologi: Transformasi inovasi Yamaha serta pemanfaatan teknologi manufaktur terkini.
-
Manajemen Mutu: Standar ketat pengendalian kualitas (quality control) produk yang diakui global.
-
Strategi Pemasaran: Kupas tuntas taktik marketing & sales Yamaha Indonesia yang telah bertahan dan sukses menguasai pasar selama lebih dari 51 tahun.
Tidak hanya duduk di ruang seminar, para guru SMK juga diajak melakukan tour langsung ke area fasilitas produksi pabrik. Mereka berkesempatan melihat dari dekat seluruh rantai perakitan motor Yamaha, mulai dari engine assy process, body assy process, hingga tahap akhir pengujian (final inspection).
Sesi kunjungan ditutup dengan diskusi interaktif bersama tim Yamaha Institute. Di sini, para guru dan praktisi Yamaha saling berbagi pandangan mengenai tren pemasaran digital, tantangan industri roda dua, serta merumuskan kompetensi apa saja yang wajib dimiliki oleh siswa agar siap terserap kerja setelah lulus nanti.
“Kami ingin membuktikan kapasitas Yamaha tidak hanya sebagai manufaktur global, tetapi juga sebagai pendukung penguatan talenta yang siap terjun ke dunia kerja. Kunjungan pabrik ini menjadi medium penting bagi pertukaran pengetahuan yang konstruktif,” ujar Hendri Kartono, Assistant General Manager Sales PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.
Sinergi yang inklusif antara pelaku bisnis dan institusi vokasi ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang tangguh, melahirkan lulusan SMK yang kompeten, serta siap bersaing hingga ke kancah internasional. [dpid/BGS]

