DAPURPACUID – BAIC Indonesia mempertegas arah bisnisnya di pasar otomotif nasional dengan rencana besarnya untuk memperluas strategi elektrifikasi pada 2026.
Setelah memperkenalkan lini hybrid, pabrikan asal Tiongkok ini bersiap menghadirkan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV), sebagai bagian dari pengembangan portofolio produknya di Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi bertajuk “Hybrid Today, Electric Tomorrow”, yang menempatkan kendaraan hybrid sebagai tahap awal sebelum memasuki era elektrifikasi penuh.
Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya mengatakan, perusahaan memilih pendekatan bertahap agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kesiapan pasar.
Dia pun meyakini perjalanan menuju elektrifikasi tidak harus instan. Karena itu, lanjut dia, BAIC hadir dengan strategi yang lengkap: Hybrid Today, Electric Tomorrow.
“Kami menawarkan solusi hybrid yang efisien dan praktis, dan dalam waktu dekat kami akan membawa pilihan full electric untuk konsumen Indonesia,” imbuhnya dalam siaran resmi.

Penjualan Hybrid Tumbuh Signifikan
Optimisme BAIC tidak lepas dari meningkatnya permintaan kendaraan elektrifikasi sepanjang tahun ini. Tercatat penjualan BAIC BJ30 Hybrid di kuartal kedua 2026, naik hampir dua kali lipat dibanding tiga bulan sebelumnya.
Hasil ini dinilai menjadi sinyal pasar Indonesia mulai menerima teknologi hybrid sebagai alternatif kendaraan harian. Pertumbuhan itu juga sejalan dengan perkembangan pasar New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia.
Periode 2020 hingga 2025, pasar kendaraan elektrifikasi nasional dilaporkan tumbuh sekitar 178 persen. Segmen BEV mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 316 persen, sementara Hybrid Electric Vehicle (HEV) meningkat sekitar 133 persen.
Melihat tren tersebut, BAIC menilai momentum elektrifikasi di pasar otomotif Indonesia akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagai tindak lanjut strategi tersebut, BAIC memastikan akan memperkenalkan mobil listrik pertamanya di Indonesia dalam waktu dekat.

Meski belum mengungkap identitas model yang akan diluncurkan, perusahaan menyebut kendaraan tersebut akan dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.
Mobil listrik itu diklaim menggabungkan desain modern, teknologi pintar, kabin yang lapang, serta efisiensi energi yang sesuai dengan karakter penggunaan sehari-hari.
BAIC juga menyebut model tersebut akan menghadirkan identitas baru bagi merek mereka melalui pendekatan yang lebih modern, terhubung, dan berorientasi pada teknologi.
Saat ini BAIC Indonesia telah memasarkan tiga model utama yang menjadi fondasi bisnis perusahaan di Tanah Air, yakni X55 II, BJ30 Hybrid, serta BJ40 Plus.
Kehadiran model full listrik nantinya akan melengkapi jajaran produk tersebut, sekaligus akan memperluas pilihan kendaraan bagi konsumen Indonesia.
BAIC berharap strategi bertahap dari hybrid menuju kendaraan listrik penuh dapat memperkuat daya saing perusahaan, di tengah semakin berkembangnya pasar kendaraan elektrifikasi nasional. [dpid/TH]


