DAPURPACUID – Setelah memperkuat posisinya lewat lini SUV bermesin bensin dan hybrid, BAIC Indonesia resmi memasuki segmen kendaraan listrik murni lewat peluncuran BAIC T1.
Hadirnya model terbaru ini selain untuk mendorong tercapainya target penjualan 1.000 unit hingga akhir 2026, sekaligus membidik 16 persen pangsa pasar segmen Premium Hatchback Crossover EV.
Bagi merek dibawah PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) ini, T1 menjadi ‘domain’ penting bagi BAIC meramaikan persaingan mobil listrik di Indonesia.
Disebutkan, mobil ini menjadi penanda dimulainya strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun portofolio kendaraan New Energy Vehicle (NEV) di Tanah Air.
Di jajaran produk merek lansiran Tiongkok yang dipasarkan saat ini sekaligus menjadi model Battery Electric Vehicle (BEV) pertama BAIC yang dipasarkan di Indonesia.
Optimisme ini bukan tanpa alasan. Performa BAIC selama paruh pertama 2026 menunjukkan tren yang terus menguat. Perusahaan membukukan penjualan wholesales sebanyak 382 unit atau melonjak 91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Chief Operating Officer PT JDI, Dhani Yahya mengatakan, hadirnya T1 jadi bagian dari strategi perusahaan membangun bisnis kendaraan energi baru secara berkelanjutan di Indonesia.
Dipaparkan, pertumbuhan pasar BEV di Indonesia yang mencapai 78 persen menunjukkan bahwa New Energy Vehicle bukan lagi sekadar tren, melainkan arah masa depan industri otomotif.
“Kami melihat momentum ini sebagai peluang besar bagi BAIC menghadirkan portofolio NEV yang semakin lengkap,” imbuhnya disela peluncuran di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Kamis (9/7).
Dhani menjelaskan, pihaknya tidak sekadar menghadirkan kendaraan listrik baru, tapi membangun fondasi jangka panjang BAIC Indonesia untuk terus berkembang bersama perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan industri otomotif nasional.
Menurutnya, strategi yang diterapkan perusahaan diklaim sederhana, yakni membangun BAIC sebagai brand dengan portofolio kendaraan yang lengkap di Indonesia.
Dan, lanjut dia, dengan dihadirkannya T1 merupakan langkah terbaru BAIC untuk memasuki pasar terkini yang diklaim makin diminati masyarakat, yaitu segmen BEV di Tanah Air.

Peluncuran T1 juga menunjukkan kesiapan strategis BAIC Indonesia dalam menghadirkan produk yang tepat, dengan value proposition yang kuat serta harga yang kompetitif bagi pasar Indonesia.
“Ke depan, kami akan terus memperluas jajaran kendaraan New Energy Vehicle, mulai dari SUV, sedan, hingga MPV, termasuk teknologi PHEV dan REEV,” tandasnya.
Sebagai tahap awal, BAIC T1 dipasarkan dalam bentuk Completely Built-Up (CBU) agar dapat lebih cepat menjangkau konsumen dengan harga yang tetap kompetitif, setara kendaraan Completely Built Up (CKD).
Selanjutnya perusahaan menargetkan proses perakitan lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 60 persen pada 2027 mendatang.
Menjelang penampilan publiknya di ajang Gaikindo Indonesia Interational Auto Show (GIIAS) 2026, BAIC juga membuka masa pre-booking T1 pada 9 hingga 30 Juli 2026.
Selama periode tersebut, calon konsumen berkesempatan memperoleh sejumlah keuntungan eksklusif, diantaranya bunga spesial 1,68 persen melalui MTF.
Keuntungan lain yaitu booking fee Rp5 juta yang dapat dikembalikan penuh, gratis portable charger, dash cam, hingga kesempatan mengikuti undian berhadiah mobil gratis.

Perluas Jaringan Hingga 22 Diler
Selain memperluas jajaran produk, BAIC juga terus memperkuat layanan purnajual. Sejak mulai beroperasi pada 2024, perusahaan telah memiliki 16 diler resmi di berbagai kota.
Perusahaan menargetkan total 22 jaringan diler hingga penghujung 2026 mendatang, dengan tambahan enam diler baru, terutama di wilayah Jabodetabek.
Ekspansi jaringan ini dibarengi peningkatan layanan servis, ketersediaan suku cadang, hingga pengembangan kompetensi teknisi agar pengalaman kepemilikan kendaraan semakin nyaman.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa BAIC tak sekadar meramaikan pasar kendaraan listrik Indonesia, dengan berbagai strategi demi kenyamanan para konsumen. [dpid/TH]


