Perhatikan Dua Indikator Pada Ban Agar Selamat di Jalan

DAPURPACU – Pemerintah menerbitkan aturan yang melarang perjalanan mudik Lebaran untuk mengurangi risiko penularan virus Covid-19. Meski begitu, truk pengangkut barang masih tetap beroperasi.

Keterbatasan mobilitas masyarakat, serta kebutuhan logistik yang meningkat menjelang hari raya membuat keberadaan kendaraan niaga semakin penting.

President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Yoon Soo Shin mengajak para pemilik dan pengelola kendaraan niaga termasuk fleet customer untuk tetap waspada saat beroperasi di hari raya meskipun jumlah kendaraan penumpang diprediksi berkurang seiring adanya larangan mudik.

Menurut Shin, salah satu komponen yang harus diperhatikan dengan baik fungsi rem dan kerusakan ban yang kerap kali menjadi salah satu momok tertinggi penyebab kecelakaan lalu lintas.

“Inspeksi kendaraan sebelum berangkat wajib dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan dan meminimalisir risiko yang disebabkan kelalaian pribadi,” ungkapnya, dalam siaran resmi.

Pecah ban dan rem yang tidak berfungsi menjadi faktor kecelakaan yang sering terjadi di jalan.

Sebagai produsen ban yang aktif menggarap pasar kendaraan niaga, Hankook Tire Sales Indonesia coba membagikan beberapa hal yang perlu diantisipasi oleh operator dan pengendara selama perjalanan.

Menurut National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) HTSI, Indonesia Ahmad Juweni, pengendara perlu menghitung beban dan muatan barang yang akan diangkut dengan akurat.

“Setiap kendaraan niaga punya kapasitas dan dimensi masing-masing. Demikian juga dengan ban, ada kapasitas beban dan kecepatan maksimal,” jelas Ahmad.

“Maka sangat penting untuk memperhatikan muatan barang yang diangkut supaya tidak menyebabkan kerusakan pada kendaraan maupun beban. Perhatikan juga aturan pemerintah mengenai batas kapasitas armada, agar mencegah terjadinya ODOL (Over Dimension dan Over Loading),” tambahnya.

Menurut Ahmad, pecah ban menjadi salah satu kecelakaan truk yang cukup banyak terjadi di jalan tol. Penyebabnya dapat dilatarbelakangi dari beberapa faktor.

Terpenting, tutur Ahmad, pengendara perlu memahami setiap ban memiliki ketahanan atau batasan yang berbeda terhadap kecepatan maksimum atau beban maksimal dari kendaraan itu sendiri.

Untuk itu, lanjut dia, meminimalisir terjadinya pecah ban saat truk melintas di jalan tol, pertama kenali dahulu speed index dan load index pada ban yang dipakai.

Kedua indeks ini dapat diketahui pada kode yang menempel pada dinding ban. Dikarenakan banyak kode yang tertera, speed index digambarkan pada huruf.

“Misalnya, huruf J yang juga sebagai simbol kecepatan dan juga berarti ban mampu berjalan dengan kecepatan 100 km/jam dengan menanggung muatan sesuai load index,” ujar Ahmad.

Sementara untuk kapasitas atau load index, perhatikan angka tiga digitnya. Contoh, 146/143 menggambarkan kemampuan ban menanggung muatan. Selanjutnya, ada dua load index yakni tunggal untuk bagian depan dan ganda untuk ban belakang.

Jika menurut tabel load index, kode 146 dapat menanggung berat hingga 3.000 kg sedangkan 143 mampu membawa beban bawang sampai dengan 2.725 kg.

“Dengan memperhatikan kedua indikator itu, pengendara diharapkan dapat memahami kemampuan kendaraan dan dapat memilih ban sesuai kebutuhan dan spesifikasi. Sehingga pecah ban pun juga dapat diminimalisir,” tandasnya.

Selain pecah ban, roda truk copot juga tak luput menjadi salah satu insiden yang terjadi di jalan tol. Selain dapat membahayakan pengendara, ban yang copot juga bisa membahayakan pengemudi lain.

“Penyebabnya macam-macam, bisa karena pemasangan yang tidak sempurna, baut dan murnya kurang kencang atau bahkan baut yang putus,” pungkas Ahmad.

Sebagai informasi, Hankook Tire telah menggelontorkan ragam produk baik untuk truk maupun bus, seperti model AH31 dan AH30 dan diklaim menjadi andalan kedua moda transportasi itu.

Hal itu dikarenakan pola tapak ban yang sesuai untuk kondisi on-road. Selain itu, ada juga tipe AM09 dan AM81 bagi truk ringan maupun berat, serta DM04 yang biasa digunakan di area pertambangan. [dp/MTH]

Previous articleGerai Shop&Drive Tetap Buka Selama Libur Lebaran, Ada Promonya Lagi
Next articleVirtual Stage Makassar, Upaya IMX Dongkrak Modifikasi Daerah