DAPURPACU – Kondisi PPKM yang mulai diberlakukan semenjak Juli lalu membuat aktivitas harian harus terhenti dalam jangka waktu yang terbilang cukup lama.
Adanya himbauan pemerintah untuk WFH dan status PPKM akibat tingginya kasus penularan Covid, secara otomatis membuat kendaraan pribadi di parkir saja di rumah.
Mobil yang biasa dipakai sebagai alat transportasi harian di masa pandemi tersebut kini menjadi jarang terpakai. Salah satu cara agar tetap terjaga performanya adalah dengan merawatnya di rumah.
Lakukan ‘ritual ngebengkel’ di rumah yang menurut Anda bisa dikerjakan sendiri, tanpa harus menyentuh sektor teknis pada mobil.
Untuk langkah awal, mobil yang berhenti lama tetap harus sering dipanaskan (engine on). Lakukan tiap 1-2 hari sekali, tujuannya agar performa aki mobil tetap stabil.

Seperti diketahui mobil-mobil modern banyak menggunakan komponen elektrikal dengan banyak sekali fitur-fitur digital yang akan sangat bergantung pada arus listrik aki sebagai sumber utamanya.
Menurut Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot cabang Cilandak, dengan memanaskan mesin mobil, pemilik dapat memantau kondisi kendaraan baik fungsi engine dan fitur-fitur lainnya.
Dalam siaran resminya, Rafi’i menuturkan, semua dapat dipantau cukup mudah dengan melihat kondisi indikator di panel spidometer, tanpa harus membuka kap mesin.
“Adapun indikator yang bisa dipantau diantaranya temperatur mesin, tekanan oli, kualitas Aki, sistem ABS dan fitur-fitur lainnya,” tambahnya.
Indikatornya adalah saat temperatur kerja mesin mencapai 80-90 derajat, maka cooling fan akan aktif atau berputar. Kemudian kipas pendingin radiator itu juga akan off secara otomatis jika suhu mesin sudah mencapai kondisi ideal kembali.

Saat itulah proses pemanasan mesin sudah bisa diselesaikan. Perlu di ingat saat memanaskan mesin kendaraan, posisi mobil harus di arahkan menuju udara bebas.
Posisi knalpot atau bagian belakang mobil mengarah ke luar pagar atau garasi rumah. Langkah ini dilakukan untuk menghindari asap knalpot terkumpul di udara sekitar rumah tanpa terjadi sirkulasi udara yang baik.
Selanjutnya mengecek langsung kondisi mesin melalui ruang mesin. Misalkan saat mengecek volume dan kondisi oli, dapat dilakukan dengan melihat deepstick atau batang pengukur oli.
Selain itu mengecek volume air radiator, air wiper, juga minyak rem agar mobil tetap berada pada kondisi yang prima. Walaupun kendaraan tidak dipergunakan, ada baiknya rajin mengecek batas servis berkala melalui buku servis.
Untuk servis berkala idealnya adalah per 10.000 km atau maksimal 1 tahun. Jika melewati batasan servis, khusus di mobil Peugeot akan terdengar bunyi dan muncul lampu indikator tanda Kunci terlihat menyala.
Itu artinya pemilik mobil harus segera melakukan servis perawatan berkala bagi kendaraannya di bengkel resmi. [dp/MTH]

