DAPURPACU – Indonesia bakal menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dijadwalkan berlangsung di Bali, 15 November 2022. Seluruh elemen pun mendukung even ini, termasuk DFSK.
Dalam hal ini, PT Sokonindo Automobile selaku pemegang merek DFSK di Indonesia, turut andil menyukseskan even di Central Parkir ITDC Nusa Dua itu dengan memboyong Gelora E.
Dua varian Gelora E yakni Minibus dan Blind Van bakal, sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo yang menginginkan penggunaan kendaraan listrik di berbagai sektor selama KTT G20 berlangsung.
Menurut Marketing Head of PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi, tersedianya DFSK Gelora E di KTT G20 nanti menjadi ajang pembuktian industri otomotif Indonesia sudah maju dan siap menjadi basis pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

“DFSK sudah ikut serta dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air dengan memasarkan Gelora E yang 100 persen ditenagai baterai dan menjadi kendaraan komersial listrik ringan pertama di Indonesia,” tambahnya.
Seperti diketahui, kedua varian Gelora E bisa digunakan sebagai kendaraan operasional untuk membantu kelancaran mobilitas (shuttle) para peserta KTT G20, sekaligus mendukung kelancaran logistik selama acara.
Fungsionalitas mobil niaga ini berkat dimensinya yang luas yaitu 4.500mm x 1.680mm x 2.000mm (PxLxT), yang memberikan kabin ekstra luas dan lapang, dipadu kemampuan berkendara yang bisa diandalkan.
Untuk versi Minibus hadir dengan kapasitas 7 penumpang dan bisa dimaksimalkan lebih banyak penumpang lagi. Sementara untuk tipe Blind Van diklaim andal untuk kebutuhan kargo dan logistik.

Hal ini didukung dengan panjang kabin mencapai 2,63m (luas 4,8 meter cubic). Kedua tipe dipasangkan baterai Lithium-ion berkapasitas 42 kWH yang diklaim bisa menempuh jarak sejauh 300 km.
Untuk pengisiannya tidak memerlukan waktu yang lama berkat dukungan fast charging sehingga pengisian daya 20% – 80% hanya membutuhkan waktu 80 menit saja.
Biaya operasional yang terjangkau menjadi tujuan utama hadirnya Gelora E. Sebab, mobil ini hanya butuh sebesar Rp200 per kilometer, atau setara dengan 1/3 dari biaya operasional kendaraan komersial konvensional.
Untuk mendukung kelancaran even KTT G20, pada 25 Maret 2022, PLN meluncurkan program SPKLU Ultra Fast Charging di beberapa titik di Bali. [dp/MTH]

