DAPURPACU – Salah satu pendukung terdongkraknya performa mesin lawas adalah penggunaan bahan bakar (BBM) yang telah direkomendasikan oleh pabrikan. Dan biasanya BBM dengan RON 92 menjadi acuannya.
Setidaknya ada tiga hal dasar untuk kinerja sebuah mesin dengan teknologi internal combustion engine (ICE), yaitu api, udara dan bahan bakar untuk menghidupkan mesin dan akhirnya menggerakan kendaraan.
Khusus untuk aspek terakhir, diperlukan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan mesin agar bisa menghadirkan ledakan sesuai dengan timing kerja mesin, dan akhirnya membuat performa kendaraan menjadi maksimal.
Marketing Head PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi menyebutkan, penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan standar pabrikan membuat performa mesin tidak bisa keluar secara maksimal.
Selain itu, lanjut dia, ada sejumlah efek samping lain yang bisa muncul seperti suara menggelitik dari mesin hingga komponen yang ada di dalamnya tidak awet umurnya.

“Penggunaan bensin atau bahan bakar yang tidak sesuai dengan anjuran pabrikan akan membuat pembakaran di ruang bakar tidak sempurna,” tutur Rofiqi, dalam siaran resmi, Senin (18/7).
Menurutnya, kondisi pembakaran yang sempurna tersebut bisa kita ketahui dengan suara menggelitik yang dihasilkan dari mesin. Imbasnya, tambah dia, umur pakai beberapa komponen tidak bisa lama.
“Lama kelamaan bisa menimbulkan kerusakan dalam mesin, biaya perbaikan yang ditimbulkan akan sangat besar dan ini membuat biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan juga sangat besar,” imbuh Rofiqi.
Sebagai informasi, model-model kendaraan penumpang DFSK telah dilengkapi turbocharge sehingga menghasilkan tenaga yang optimal namun tetap irit bahan bakar.
Terbukti pada mesin 1.5L milik Glory i-Auto menghasilkan tenaga 148 hp dengan torsi puncak mencapai 230 Nm direntang 1800-4000 rpm, yang disalurkan ke roda depan via transmisi CVT.
Disematkannya transmisi tersebut diklaim halus dalam perpindahan tiap gear-nya, namun menghasilkan tingkat efisiensi bahan bakar, sehingga tidak menguras kocek Anda.

Mesin dengan teknologi tersebut tentunya membutuhkan asupan bensin yang berkualitas agar performa terbaiknya bisa dirasakan langsung oleh pemilik.
Untuk itu, pihak DFSK menganjurkan kepada para pemilik Glory i-Auto untuk setidaknya menggunakan bensin standar RON 92. Standarisasi tersebut tercatat dalam manual book.
Tak hanya itu, DFSK juga mengimbau kepada konsumen untuk tetap menjaga kondisi mesin dengan melakukan servis berkala secara teratur sesuai panduan di buku servis.
Saat servis, para teknisi melakukan pengecekan berbagai kondisi komponen seperti oli mesin, filter-filter, busi dan bagian lain untuk dibersihkan atau diganti jika sudah waktunya.
“Seluruh aktivitas ini akan memastikan kondisi kendaraan tetap dalam performa terbaik, sehingga perjalanan menjadi aman dan menyenangkan,” tutup Rofiqi. [dp/MTH]

