DAPURPACU – Aprilia di tahun ini mencoba peruntungannya di pasar skuter matik di Indonesia, dengan mendatangkan skutik perdananya yakni Aprilia SR GT 2022.
Seperti diketahui, Aprilia ‘digawangi’ oleh PT Piaggio Indonesia, untuk menemani tiga brand sepeda motor lansiran Italia lainnya yaitu Piaggio, Vespa dan Moto Guzzi.
Untuk pasar Indonesia, SR GT 200 diimpor secara utuh atau CBU (Completely Built Up) dari Vietnam. Wujud tongkrongannya pun menyasar konsumen penggemar petualangan.
Banyak yang bilang skutik ini menjadi lawan terdekat dari Honda ADV160 yang sama-sama mengusung desain skutik penjelajah (adventure), meski secara harga jelas jauh berbeda.
Harga yang ditawarkan untuk Aprilia SR GT 200 bukan untuk kaum mendang-mending. Harga tertinggi ADV160 adalah Rp39 jutaan, sedangkan SR GT 200 dipatok Rp60 jutaan dan Rp61 jutaan untuk gimmick varian sporty.

Dapurpacu.id sempat menjajal ketangguhan Aprilia SR GT 200 dengan melibas jalur Jakarta menuju Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Performa mesin, handling, suspensi sekaligus konsumsi bahan bakarnya langsung bisa diketahui. Berikut impresi kami saat mengujinya.
Desain Agresif
Hal pertama soal desain yang menjadi salah satu faktor penting saat seorang konsumen memutuskan untuk membeli motor idaman.
Meski mengusung karakter adventure, Aprilia SR GT 200 masih mempertahankan kesan sporty-nya. Lantaran skutik ini masih menganut desain khas Aprilia yang mengadopsi tampilan model motor sport RS 660.
Untuk memperkuat kesan sebagai motor petualang, terdapat windscreen tinggi di bagian depan untuk menahan terpaan angin. Sayangnya, windscreen ini tidak bisa diatur ketinggiannya.

Untuk mendukung aerodinamika, bodi samping double layer di bagian kanan kirinya membuat kesan sporty semakin mencuat. Sementara desain belakang juga tak kalah unik.
Ada sepatbor model gantung yang biasanya kerap ditemukan di motor sport. Untuk kelas skutik di Indonesia, rasanya baru Aprilia yang cukup berani menawarkan desain agresif itu.
Sepatbor gantung ini selain membungkus ban belakang, berfungsi juga menahan cipratan air dari ban. Uniknya, dudukan plat nomor dan lampunya berada di sepatbor gantung tersebut.
Fitur-fitur Terkini
Skutik ini juga dibekali fitur terkini, mulai dari lampu-lampu sudah LED, kompartemen tertutup dan bagasi di bawah jok yang relatif besar, jadi daya tarik dari sebuah skutik untuk kaum urban.
Tak hanya itu, skutik ini juga sudah dibekali fitur Auto Idle Stop yang berfungsi dengan baik ketika digunakan. Sayangnya, kunci kontak masih konvensional alias bukan keyless. Berikut daftar fitur-fiturnya:

• RISS (Regulator Inverter Start & Stop System)
• USB Port Tipe A
• Kunci Kontak Immobilizer
• Panel Meter LCD Full Digital
• Lampu Depan LED
• Lampu Belakang LED
• Lampu Sein LED
• Bagasi Utama 25 Liter (Sanggup Tampung Helm Full Face)
• Rem ABS 1-channel di depan.
• Saklar Engine Cut Off
• Saklar Pengaturan Mode di Panel Meter
Performa Berkendara di Segala Medan Jalan
Motor ini tergolong tinggi untuk sekelas skutik bagi rata-rata orang Indonesia. Dengan ground clearence 175 mm, tertinggi di kelasnya dan tinggi jok mencapai 799 mm.
Pastikan Anda beradaptasi terlebih dulu untuk mengendalikannya, karena dipastikan kaki tidak akan menapak sempurna ke permukaan jalan.
Meski begitu, posisi riding sebenarnya juga tak perlu dikhawatirkan karena setang kemudi sudah dibekali raiser tinggi yang membuat posisi mengemudinya lebih nyaman.
Apalagi didukung dengan setang lebar dan dek lantai cukup luas tentunya membuat handling lebih mudah dikuasai.

Sementara untuk mesin, Aprilia membekali SR GT dengan mesin berkapasitas 174cc dengan tenaga 17,43 dk pada 8.500 rpm dan torsi 16,5 Nm pada 7.000 rpm.
Mesin berteknologi i-Get ini punya kompresi tinggi, 12,5:1, yang membuatnya dianjurkan untuk menenggak BBM RON 95 ke atas. Namun kami terpaksa menggunakan BBM sekelas RON 92 karena rute ke Ujung Genteng paling mudah ditemui memang Pertamax.
Hasilnya, toh mesin masih aman-aman saja tanpa munculnya gejala ngelitik atau masalah lainnya. Untuk jalur perkotaan, mesin dirasa cukup responsif untuk karakter berkendara stop and go.
Tiap grip gas diputar terasa cukup terisi meski saat menaklukan jalur tanjakan panjang Ciletuh mulai cukup payah. Mesin perlu waktu relatif cukup lama mengail tenaga di putaran bawah.
Rasanya masih wajar dengan bobot motor yang mencapai 148 kg, pastinya butuh effort lebih aktif untuk sampai di ujung tanjakan. Beda halnya saat menemukan jalur berkelok dan trek lurus, skutik ini sangat anteng saat dibejek.

Untuk konsumsi bahan bakar, hasilnya cukup memuaskan. Dengan menempuh perjalanan sekitar lebih dari 200 km, motor ini mampu menenggak Pertamax 35 km/liter.
Kesimpulan
Untuk skutik bergenre adventure, Aprilia SR GT 200 memang jadi pendatang baru. Tapi tak bisa dipandang sebelah mata juga karena menyandang brand premium Aprilia.
Mesin yang diambil dari basis Piaggio Medley pun sudah terbukti kualitasnya. Mau digunakan untuk motor perkotaan sangat nyaman, mau dipakai turing jauh keluar kota juga seru.
Penggunaan suspensi teleskopik dengan travel 120 mm dan shock belakang ganda 102 mm bisa jadi salah satu faktornya.
Apalagi kaki-kaki juga mumpuni pakai 14 inci berbalut ban 110/80 untuk depan dan 13 inci berprofil ban 130/80 di belakang bikin pengendalian sangat mantap. [dp/IS]

