DAPURPACU – Badan Standardisasi Nasional (BSN) berencana bakal menggelar pameran kendaraan listrik yaitu Electric Vehicle Standards Expo (EVSE) 2023, 12 – 14 Juli di Jogja Expo Center, Yogyakarta.
Pameran ini sendiri sekaligus sebagai kampanye perkenalan berbagai kendaraan listrik baik roda dua maupun roda empat, dan pentingnya standardisasi.
Adapun tema yang diusung yakni menjamin keamanan, keselamatan dan kualitas produk melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) kendaraan listrik.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama dan Layanan Informasi BSN, Zul Amri mengatakan, even ini digelar sebagai bentuk dukungan atas implementasi Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Momentum ini sekaligus BSN manfaatkan untuk menggaungkan pentingnya penerapan SNI pada produk di seluruh ekosistem kendaraan listrik, sehingga konsumen merasa aman dan nyaman menggunakannya,” ujar Zul, dalam siaran resmi, Rabu (22/2).
Zul memaparkan bahwa kampanye tersebut sudah pernah dilakukan oleh BSN pada 2019 di Kota Semarang, Jawa Tengah dan pada 2021 di Bandung, Jawa Barat.
Di sini, BSN bersama industri kendaraan listrik melakukan kegiatan konvoi dan pameran kecil berkeliling Kota Semarang. Tapi di Bandung hanya menggelar pameran saja, mengingat pandemi belum sepenuhnya normal.
Meski begitu, lanjut Zul, diklaim even ini telah memberikan dampak positif, dan mampu menampilkan contoh-contoh produk kendaraan listrik yang dipamerkan.
Masyarakat pun diberikan kesempatan untuk mencoba unit-unit yang disediakan, sekaligus mendapatkan edukasi mengenai SNI melalui berbagai kegiatan seperti edu games dan talkshow.

“EVSE 2023 memiliki ciri khas tersendiri yang mana dalam pameran ini, BSN juga mengkampanyekan tentang pentingnya SNI pada EV kepada masyarakat,” imbuh Direktur Utama PT Fery Agung Corindotama (Feraco), M. Ruslim.
Menurutnya, EVSE 2023 akan menjadi agenda EV yang menarik karena akan digelar bersamaan dengan kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah nasional tahunan, yaitu Government Procurement Forum and Expo (GPFE) yang rutin dihelat sejak 2016.
“Di 2022, peserta dan pengunjung GPFE mencapai 3 ribuan orang yang berasal dari pejabat pengadaan pemerintah pusat dan daerah. Jumlah ini tentunya akan menjadi potensi pengunjung di EVSE 2023 juga,” ujarnya.
Ruslim berharap, melalui even ini akan tercapai target maksimal dari masing-masing pihak yang terlibat, berupa eksposur yang tertarget bagi para exhibitor dan sponsor.
“Dan knowledge update bagi pengunjung baik pejabat pemerintah pusat/daerah maupun masyarakat umum, terkait EV beserta ekosistem pendukungnya yang tersandardisasi,” tutup Ruslim. [dp/TH]




