DAPURPACU – Sebagai perusahaan karoseri spesialis ambulans di Indonesia, Cahaya Kurnia Mandiri (CKM) terus melakukan sosialisasi hasil karyanya ke berbagai instansi.
Kali ini, CKM menggelontorkan inovasi terbaru dengan menghadirkan ambulans bermesin listrik, berbasiskan kendaraan niaga ringan milik DFSK yaitu Gelora E.
Produk tersebut dihadirkan bersamaan dengan digelarnya acara ‘Sosialisasi Standarisasi Ambulans Wilayah DKI Jakarta’, oleh Unit Pelayanan Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, 30-31 Agustus 2023.
Pihak CKM menilai hadirnya DFSK Gelora E Ambulans merupakan bentuk dukungan perusahaan dan DFSK, untuk membuat armada yang efisien, fungsional dan ramah lingkungan.

Kemunculannya pun disaksikan pemangku kepentingan terkait, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga perusahaan yang butuh armada ambulans untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
“Kami berharap masyarakat bisa mengenal lebih jauh mengenai inovasi ambulans listrik yang dihadirkan ini mendapat manfaat yang maksimal,” kata Marketing Manager CKM, Hari.
Menurutnya, inovasi dalam armada ambulans ini untuk mendukung tugas-tugas pokok kendaraan medis maupun jenazah, didukung teknologi kendaraan yang ramah lingkungan.
CKM sendiri menilai ambulans listrik ini menjadi yang pertama diaplikasikan, dimana kebanyakan unit armada yang tersedia biasanya ‘bermodalkan’ mesin konvensional.

Hari pun berharap ambulans listrik ini berkontribusi besar mencapai target Pemprov DKI Jakarta untuk menurunkan emisi karbon atau gas rumah kaca (GRK) 30-50 persen pada 2030 mendatang.
Sebagai informasi, saat ini terdapat tiga tipe ambulans yang beroperasi di Indonesia, yakni ambulans gawat darurat, ambulans transportasi, serta ambulans jenazah.
Ketiganya masing-masing memiliki fungsi berbeda sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI, dan DFSK Gelora E Ambulans dapat diterapkan di ketiganya sebagai kendaraan listrik kesehatan pertama di Indonesia.
Gelora E didukung dengan pengisian fast charging sebanyak 20 – 80% hanya membutuhkan waktu 80 menit, dengan jarak tempuh berkendara hingga 300 kilometer.
Sedangkan untuk pengisian reguler, DFSK Gelora E memiliki pengisian normal yang cocok untuk lingkungan listrik rumah tangga dengan rata-rata 220V 16A.

Adapun biaya operasional yang dibutuhkan, pemilik cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp71.400 (dengan asumsi biaya listrik sebesar Rp1.700/Kwh) untuk mengisi baterai dari 0-100 persen.
DFSK memberikan garansi baterai hingga 5 tahun dan telah mendapatkan Sertifikat IP67, sehingga tidak perlu khawatir tersetrum atau rusak saat melewati genangan air.
Terkait dengan kebutuhan ambulans, pasien rujukan yang dibawa menuju rumah sakit rata-rata menempuh jarak tidak mencapai 100 km dalam sekali perjalanan, terlebih jika penggunaannya untuk di kota-kota besar.
“Jadi, Gelora E sangat cocok digunakan sebagai kendaraan ambulans karena jarak tempuh minimal yang bisa capai adalah 250 km, jika baterai dalam kondisi penuh,” tutup Hari.
DFSK Gelora E memiliki dimensi 4.500 mm x 1.680 mm x 2.000 mm (PxLxT), memberikan kabin ekstra lapang dan cocok jika digunakan sebagai ambulans. [dp/TH]

