DAPURPACU – Wuling BinguoEV menjadi ‘amunisi’ kedua sekaligus pelengkap model kendaraan penumpang listrik berbasis baterai setelah Air ev, yang diluncurkan pada tahun lalu.
BinguoEV (dibaca: Bing-go EV) sendiri resmi diperkenalkan pada pekan lalu kepada masyarakat di Tangeran dan sekitar, namun belum dilebeli banderol oleh Wuling Motors.
Meski begitu kisaran harga resmi sudah mencuat dari beberapa tenaga penjual Wuling saat diadakannya pameran di Summarecon Mall Serpong, yaitu kisaran Rp350 juta sampai Rp400 juta.
Memupus rasa penasaran, Wuling Motors memberi kesempatan bagi awak media untuk dapat mengeksplorasi lebih jauh lewat acara ‘Wuling BinguoEV First Dynamic Impression’, di kawasan Nava Park, BSD City, Tangerang, Jumat (24/11) lalu.
Sebelum kesempatan tersebut datang, Product Planning Wuling Motors, Aji Ibrahim memaparkan seluruh fitur yang disematkan termasuk desainnya yang cocok untuk aktivitas harian.

Menurut Aji, dari segi desain, BinguoEV mengusung gaya hatchback dengan beragam keunggulan yang tidak didapat pada Air ev, meski sama-sama berpostur tubuh yang mungil.
“Berbagai kemudahan dan kenyamanan dalam berkendara dapat dirasakan melalui fitur dan fasilitas yang diaplikasikan pada BinguoEV,” jelas Aji disela pemaparannya.
Di atas kertas, dimensinya adalah 3.950 mm x 1.708 mm x 1.580 mm, dengan panjang wheelbase mencapai 2.560 mm, cukup mengakomodir kebutuhan lalu lintas di perkotaan yang sarat dengan kemacetan khas Ibu kota.
Wuling Motors menghadirkan BinguoEV dalam dua varian yaitu Standard Range yang mampu menjelajah sampai 333 km, serta Long Range sejauh 410 km untuk sekali pengisian daya baterainya.
Aji mengakui, kemampuan jelajah yang jauh diyakini menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat untuk memiliki mobil listrik. Terlebih bila rutinitas hariannya cukup tinggi.
“Dan Wuling BinguoEV mampu menjawab kebutuhan itu, dimana kedua varian yang kami tawarkan memiliki daya jelajah yang tinggi, dan mobil ini berukuran sangat kompak,” tambahnya.

Berbeda dengan Air ev, mobil listrik kedua Wuling itu tidak dibekali fitur Wuling Indonesia Command (WIND), teknologi perintah suara pertama berbahasa Indonesia yang sudah dibenamkan di beberapa model Wuling sebelumnya.
Aji coba menjelaskan mengapa BinguoEV tidak sematkan fitur tersebut dan digantikan dengan perangkat pendukung berkendara yang tak kalah ‘seru’ dan fungsional.
Dia pun mengakui, fitur tersebut menjadi inovasi tercanggih yang pernah dibenamkan pada kendaraan saat ini di Indonesia. Ragam perintah bisa dilakukan fitur tersebut melalui head unit.
“Saat ini kami memberikan unsur fungsional pada BinguoEV ketimbang fitur WIND yang merupakan inovasi terkini, canggih dan pertama di Indonesia,” imbuhnya.
Dengan mengusung konsep Premium Driving Experience, Wuling ingin memanjakan para pemilik BinguoEV selama mengemudi. Pengalaman premium langsung disuguhkan begitu mulai membuka pintu.
Adanya Smart Entry, Anda dapat membuka dan menutup kunci pintu termasuk untuk menyalakan kendaraan, yang tidak lagi menggunakan anak kunci atau tombol.

Dengan fitur tersebut, pengguna hanya cukup memasang sabuk pengaman saja lalu menginjak rem, hingga tulisan ‘Ready’ muncul pada layar dan Anda sudah dapat menjalankan BinguoEV.
Anda juga dapat menyesuaikan posisi jok berkat adanya 6-way Electric Seat Adjustment, termasuk mengatur kaca spion secara elektrik untuk sudut pandang sesuai keinginan.
Terpasang juga Rotary Gear Selector seperti pada Air ev yang ditempatkan di konsol tengah, plus tombol Electric Parking Brake. Tersedia empat mode berkendara mulai dari Eco, Eco+, Normal, Sport.
Wuling BinguoEV juga menyediakan pilihan daya regeneratif, yang terdiri dari tiga pilihan yakni Weak, Standard, serta Strong.

Terdapat fitur Cruise Control untuk membantu pengemudi menjaga kecepatan stabil mobil hanya dengan menekan tombol di roda kemudi bagian kiri. Fitur ini bisa diaktifkan jika laju mobil mulai menyentuh 40 km/jam.
Anda bisa menambah atau pun mengurangi kecepatan hanya dengan menekan tombol ‘+’ dan ‘-‘, sedangkan untuk menonaktifkan tinggal menekan kembali Cruise Control atau menginjak pedal rem.
Dalam posisi stop and go di kontur jalan yang tidak rata atau menanjak, pengemudi dapat memanfaatkan fitur Auto Vehicle Holding (AVH) yang akan menahan kendaraan dalam posisi diam setelah berhenti.
Dan Hill Hold Control (HHC) yang berfungsi menahan posisi mobil untuk tidak mundur ke belakang ketika stop and go di jalanan yang menanjak.
Menariknya, produk kendaraan listrik kedua Wuling ini juga dibekali dengan Creeping Function yang memiliki kemiripan fungsi layaknya transmisi CVT pada mobil konvensional.
Adanya fitur tersebut akan membantu mobil secara otomatis memberikan daya untuk bergerak maju saat melepas rem, baik pada jalanan rata maupun menanjak.

Berbagai fungsi kendaraan pun dapat diakses melalui head unit berukuran 10,25 inci, yang membentang pada dashboard hingga ke area depan pengemudi.
Pada layar tersebut, pengemudi dapat memantau berbagai informasi kendaraan mulai dari beberapa ikon status dan peringatan, petunjuk kecepatan, putaran motor listrik, pilihan gigi, hingga odometer.
Selain itu, pada layar tersebut juga tertera status kapasitas baterai, sisa jarak tempuh, mode berkendara, dan pilihan daya regenerative.
Aji meyakini, BinguoEV menjadi solusi mobilitas ramah lingkungan yang menekankan pada fungsionalitas dan kemudahan pada pengalaman mengemudi yang ikonik dan modern.
“Pengguna dapat berkontribusi bagi lingkungan yang lebih hijau serta mendapatkan berbagai kemudahan dalam mobilitas hariannya dengan menggunakan BinguoEV,” pungkasnya. [dp/TH]

