Renault Kwid Tak Dapat Bintang dalam Uji Tabrak ASEAN NCAP

NEW DELHI (DP) – New Car Assessment Program for Southeast Asia (ASEAN NCAP) telah melakukan uji tabrak atas Renault Kwid, dan hasilnya mengecewakan untuk model buatan India yang juga dipasarkan di Indonesia ini.

Dalam metodologi ASEAN NCAP, Renault Kwid mendapat skor 10,12 untuk pengujian kategori Adult Occupant Protection (AOP) dan 14,56 poin untuk Child Occupant Protection (COP). Minimnya teknologi keselamatan (Safety Assist Technologies/SAT) membuat Kwid tak meraih poin untuk kategori ini.

Pada unit yang diuji, Kwid hanya dilengkapi satu airbag di sisi pengemudi. Dengan skor kumulatif hanya 24,68 poin, maka ASEAN NCAP tak ‘menghadiahi’ satu pun bintang alias nol bintang.

Menanggapi hasil pengujian yang mengecewakan, Sekretaris Jenderal Global NCAP, David Ward, menyebut Renault telah melakukan standar ganda dan mempertanyakan kebijakan yang memasarkan produk dengan standar keselamatan lebih rendah untuk kawasan Asia Tenggara dibandingkan dengan untuk kawasan Amerika Latin, yang mengoleksi 3/5 bintang.

“Yang lebih mengecewakan lagi adalah model kendaraan ini dipasarkan di negara-negara yang mencatat angka kecelakaan dengan korban tewas tertinggi berdasarkan data WHO, yaitu Thailand dengan 14.059 kematian, sedangkan Indonesia dengan 26.416 kematian,” ujar Sekretaris Jenderal ASEAN NCAP, Ir. Dr Khairil Anwar Abu Kassim, seperti dilansir dalam laman ASEAN NCAP medio pekan ini.

Sebenarnya, catatan buruk Renault Kwid dalam uji tabrak sudah muncul sejak dua tahun lalu, tepatnya pada Mei 2016 ketika Global NCAP memberikan nol bintang untuk hasil uji tabrak yang dilakukan. Meski kemudian membaik hasilnya saat dilakukan uji tabrak ulang pada September tahun yang sama, dengan menghasilkan 1,5 bintang.

Renault memproduksi Kwid di pabrik yang dikelola Renault-Nissan Alliance di Tamil Nadu untuk dipasarkan ke sejumlah negara, seperti kawasan Asia Tenggara, Afrika Selatan dan juga India.

Di India, Renault Kwid ditawarkan dalam dua varian, yakni bermesin bensin kapasitas 0.8 L dan 1.0 L. Kedua varian ini dilengkapi transmisi manual 5 percepatan sebagai standar, sedangkan untuk varian 1.0 L juga tersedia transmisi AMT 5 percepatan. Untuk fitur keselamatan, hanya tersedia satu airbag di sisi pengemudi. [dp/TGH]

Previous articleSetahun di Indonesia, Ini Ukuran Keberhasilan Menurut Wuling
Next articleRonaldo ke Juventus, Siapa Diuntungkan? Jeep Pasti Termasuk