Astra Otoparts Siapkan Belanja Modal Hingga Rp800 Miliar, Untuk Apa?


JAKARTA (DP) – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) terus berekspansi demi menggenjot kinerjanya dengan menganggarkan belanja modal sekitar Rp500 miliar hingga Rp800 miliar.

“Alokasi belanja modal ini akan digunakan untuk meningkatkan produk dan pemasaran,” kata Direktur PT Astra Otoparts Tbk, Yusak Kristian, di Jakarta, Selasa (24/4).

Untuk industri manufaktur, menurut Yusak, pihaknya fokus pada peningkatan produk. Sedangkan untuk bagian pemasaran, perseroan akan terus mengembangkan outlet Shop&Drive dan warehouse lain.

“Sampai akhir tahun nanti, target penambahan outlet Shop&Drive sebanyak 20 hingga 30 outlet,” papar dia.

Selain itu, belum lama ini perusahaan juga berencana memproduksi alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes).

Sayangnya, Yusak belum bisa memberi keterangan apakah AMMDes sudah termasuk dalam capex ini atau belum.

“Saya belum pasti, masih harus cek dengan tim di finance,” ujar Yusak.

Pada tahun lalu, AUTO berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp551,4 miliar.

Baca juga:  DP 0% Diprediksi Bakal Dongkrak Penjualan Sektor Otomotif

Terkait dengan AMMDes, Astra Otoparts membentuk dua perusahaan patungan untuk memproduksi alat pembantu produksi dan alat angkut di perdesaan. Total dana yang dikucurkan konglomerasi otomotif terbesar nasional itu mencapai Rp300 miliar.

Perseroan melalui dua anak usahanya, PT Velasto Indonesia dan PT Ardendi Jaya Sentosa, telah meneken nota kesepahaman dengan PT Kiat Inovasi Indonesia untuk membentuk dua perusahaan patungan, yakni PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) yang merancang, merekayasa, dan memproduksi AMMDes serta PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) sebagai pemasar, penjual, dan mendistribusikan suku cadang AMMDes, serta menyediakan layanan dukungan teknis pasca penjualan.

Dana investasi itu digunakan untuk mendukung produksi sebanyak 15.000 unit per tahun dan dilakukan secara bertahap. Lokasi produksi pertama akan didirikan di Klaten, Jawa Tengah. Kesiapan perancangan, pengujian, produksi, distribusi, dan layanan purnajual akan didukung oleh AUTO.

Baca juga:  Astra 'Murah Hati', Bagikan Dividen Rp7,4 Triliun

Dalam nota kesepahaman tersebut, perseroan berkolaborasi melalui KMWI yang akan mengusung platform tersendiri, yaitu AMMDes dengan merek KMW (Kiat Mahesa Wintor).

Produk KMW akan dikembangkan dan didukung oleh asosiasi industri terkait, pemasok, produsen material, suku cadang, dan komponen dalam negeri. AMMDes dipasok ke desa yang belum terjangkau oleh fasilitas dan sarana transportasi memadai.

AMMDes diharapkan dapat meningkatkan produktivitas berbagai aspek kegiatan perokonomian di pedesaan serta mewujudkan kemandirian ekonomi pedesaan.

Pemasaran awal AMMDes dilakukan di Sragen, Solo, dan sekitarnya. Sementara itu, lokasi fasilitas produksi kedua berada di Bekasi, Jawa Barat, dua fasilitas produksi ini ditargetkan berkapasitas produksi 3.000-6.000 pada awal 2019.

Kapasitas itu bisa ditingkatkan sesuai permintaan, sedangkan prototipe AMMDes rencananya selesai Juli mendatang, kemudian baru diujicoba dan produksi akan dilakukan akhir 2018, dan produksi massal awal 2019.

Sementara itu, analis FAC Sekuritas, Wisnu Prambudi Wibowo, mengatakan prospek emiten komponen otomotif pada tahun ini cukup positif. Salah satu faktornya yaitu rezim suku bunga rendah yang masih berlangsung.

Baca juga:  Adira Finance Tebar Promo Menarik di Pameran Motor Premium

“Kondisi ini memudahkan masyarakat membeli kendaraan. Tahun lalu, penjualan kendaraan roda empat meningkat 1,6% dan bunga murah diyakini kian mengerek penjualan,” katanya dalam risetnya.

Untuk ekspansi yang dilakukan AUTO, menurut Whisnu, akan meningkatkan kinerja perusahaan.

“Ekspansi yang dilakukan akan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap saham Auto,” papar dia.

Whisnu merekomendasikan beli untuk saham AUTO. [dp/TGH]