Laba Astra International dari Bisnis Otomotif Tergerus 8% | dapurpacu.id

Laba Astra International dari Bisnis Otomotif Tergerus 8%


JAKARTA (DP) – Seperti disebutkan dalam beberapa artikel sebelumnya, persaingan ketat di bisnis kendaraan roda empat dan roda dua nasional, terutama seiring kehadiran merek mobil China dan meluncurnya model baru dari rival, membuat penjualan Astra International Tbk. (ASII) sedikit terpukul.

Dalam keterangan tertulis perseroan yang diterima di Jakarta, Selasa (24/4), disebutkan bahwa Grup Astra mengalami penurunan kinerja pada sebagian segmen bisnisnya, khususnya pada segmen otomotif dan agribisnis. Penurunan ini lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan kinerja pada segmen alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.

Pendapatan bersih konsolidasian Grup meningkat 14% menjadi Rp55,8 triliun, seiring dengan peningkatan pendapatan, terutama yang berasal dari bisnis alat berat dan pertambangan serta otomotif.

Adapun laba bersih konsolidasian Grup mencapai Rp5,0 triliun, turun 2% dibandingkan dengan laba bersih konsolidasian Group pada periode yang sama tahun lalu.

Tercatat bahwa nilai aset bersih per saham sebesar Rp3.186 pada 31 Maret 2018, naik 4% dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2017. Sedangkan nilai utang bersih, di luar Grup jasa keuangan, mencapai Rp2,4 triliun, dibandingkan dengan nilai kas bersih Rp2,7 triliun per 31 Desember 2017, terutama disebabkan oleh investasi Grup di jalan tol, GO-JEK, dan belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan. Anak perusahaan Grup segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp44,8 triliun, dibandingkan dengan Rp46,1 triliun pada akhir tahun 2017.

Baca juga:  Garda Oto Raih 3 Penghargaan dari Majalah Marketing

Untuk laba bersih dari bisnis otomotif Grup menurun 8% menjadi Rp2,1 triliun, terutama disebabkan oleh meningkatnya kompetisi di pasar mobil. Padahal penjualan mobil secara nasional meningkat 3% menjadi 292.000 unit.

Penjualan nasional mobil lansiran Astra menurun sebesar 12% menjadi 142.000 unit, yang disebabkan oleh kompetisi yang semakin ketat sehingga pangsa pasar Astra menurun dari 57% menjadi 49%. Sejauh ini Grup telah meluncurkan tujuh model baru dan dua model revamped selama periode ini.

Di sektor kendaraan roda dua, penjualan sepeda motor nasional meningkat sebesar 4% menjadi 1,5 juta unit. Penjualan sepeda motor dari PT Astra Honda Motor (AHM) stabil sebesar 1,1 juta unit, disebabkan oleh pengelolaan inventori dalam rangka peluncuran beberapa model utama, yang mengakibatkan pangsa pasar AHM menurun dari 77% menjadi 73%. Grup telah meluncurkan satu model baru dan lima model revamped selama periode ini.

Baca juga:  Garda Oto Raih 3 Penghargaan dari Majalah Marketing

Untuk bisnis komponen otomotif Grup pada periode tersebut juga mengalami penurunan. PT Astra Otoparts Tbk, bisnis komponen Grup, mencatat penurunan laba bersih sebesar 1% menjadi Rp146 miliar, meskipun terdapat kenaikan pendapatan sebesar 11%. Penurunan laba bersih terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari perusahaan patungan dan entitas asosiasi, yang terkena dampak dari kerugian translasi mata uang asing.

Untuk diketahui, PT Astra International dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (25/4) ini di Jakarta untuk menjelaskan kinerja perseroan bersama anak perusahaan kepada para pemegang saham. [dp/TGH]