Penjualan Mobil di AS April Loyo, Jeep Paling Oke


DETROIT (DP) – Mayoritas pabrikan mobil di Amerika Serikat (AS), Selasa (1/5), melaporkan penurunan penjualan mobil baru selama April. Bahkan kendaraan jenis SUV yang biasanya moncer penjualannya, juga terhambat.

Kondisi itu dipengaruhi oleh terus menunrtunnya permintaan konsumen, ditambah dengan semakin ketatnya persaingan hampir di semua segmen.

Menurut laporan Autodata, penjualan mobil baru secara tahunan pada April mencapai 17,15 juta unit, dibandingkan dengan 17,04 juta unit pada periode yang sama tahun lalu. Angka itu selaras dengan estimasi para analis yang dirangkum Reuters, yang mematok angka penjualan sebesar 17,1 juta unit.

Sejumlah analis menyatakan bahwa penjualan mobil di AS pada tahun ini bagaikan roller coaster, yang bergerak naik dan turun. Selama Februari, penjualan melemah, tapi kemudian beberapa pabrikan mencatat lonjakan penjualan pada Maret.

Ford Motor Co melaporkan penurunan penjualan sebesar 4,7 persen pada April lalu, dibandingkan April 2017, dengan penjualan retail ke konsumen turun 2,6 persen. Sedangkan penjualan mobil terlaris Ford, yakni pickup F-Series naik 3,5 persen, namun penjualan SUV dan mobil penumpang rontok masing-masing sebesar 4,6 persen dan 15 persen.

Baca juga:  Honda Garap 'Adik' BR-V, Tampilan Boleh Juga

Beralih ke Nissan Motor Co Ltd. Pabrikan mobil Jepang ini mengalami pukulan telak setelah penjualan selama April anjlok 28 persen. Penjualan mobil penumpang bahkan merosot hampir 35 persen, kemudian SUV dan pickup melorot 23,1 persen. Bahkan crossover populer Nissan, yakni Rogue, mencatat penurunan penjualan hampir 15 persen.

Untuk pabrikan nomor satu AS, General Motors, menyatakan bahwa mereka tidak lagi merilis data penjualan bulanan. Sebagai gantinya akan menerbitkan data tersebut secara kuartalan. Tapi analis memperkirakan GM membukukan penjualan mendatar hingga turun 8 persen pada April.

Fiat Chrysler Automobiles NV (FCA) menjadi satu-satunya pabrikan papan atas di AS yang membukukan kenaikan penjualan, yakni sebesar 5 persen pada April. Namun penjualan retail ke konsumen turun tipis 1 persen.

Merek Jeep sebagai andalan FCA, mencatat rekor penjualan selama April. Tetapi penjualan pickup RAM turun 9 persen, meski penjualan retail naik 3 persen.

Baca juga:  Yuk Tengok Museum Sepakbola FIFA di Moskow

Toyota Motor Corp tak luput dari tekanan, karena raksasa otomotif Jepang ini mencatat penurunan penjualan pada April sebesar 4,7 persen. Namun di segmen SUV dan pickup mengalami kenaikan penjualan 1,5 persen, meski tergerus oleh penurunan penjualan mobil penumpang sebesar 12,7 persen.

Salah satu mobil terlaris Toyota, yaitu Camry, juga mengalami penurunan penjualan, yang sebesar 5 persen.

Pun demikian dengan Honda Motor Co Ltd, yang mencatat penurunan penjualan selama April sebesar 9,2 persen. Penjualan mobil penumpang Honda turun 14,4 persen, sementara pickup dan SUV melorot 3,9 persen. Model terbaru Honda, yaitu Accord, bahkan mengalami penurunan 19,3 persen.

Pabrikan mobil Korea, Hyundai Motor Co juga melaporkan penurunan penjualan 11 persen pada April 2018.[dp/TGH]