Perang Bathin Aldio Oekon di Seri 2 ISSOM 2018


BOGOR (DP) – Nasib kurang beruntung sepertinya harus dialami kubu Aldio Oekon, pebalap tim Pertamax Motorsport, saat berjibaku di ajang European Touring Car Championship (ETCC) pada ajang Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2018 seri kedua akhir pekan lalu.

Lagi-lagi, kendala pada tunggangan harus dialami oleh Dio usai melakoni sesi latihan sebelum balapan dimulai. Alih-alih memperoleh hasil waktu terbaik, justru Dio, sapaan akrab pemuda ini, mobil BMW bermesin empat silinder yang jadi tunggangan sejatinya harus ‘merapat’ ke paddock karena mengalami kerusakan serius.

Mau tidak mau, tim mekanik yang dinakhodai Andre Timothy itu segera bergerak mencari alternatif lainnya, di mana Dio harus menggunakan mesin cadangan, dengan spek lebih besar. Hal ini dilakukan karena tim mekanik tidak bisa menyelesaikan masalah teknis itu dalam waktu singkat.

“Tim memakai mesin cadangan dengan spek enam silinder, menggantikan mesin yang jebol. Begitu ganti enam silinder, seharusnya enggak masalah. Cuma harus latihan lagi di sisa waktu yang ada. Hanya ada satu hari, yaitu Jumat untuk memaksimalkan performa mesin mobil ini dan saya,” buka Dio dalam keterangan resminya.

Baca juga:  Mirza Utama Raih Dua Podium di Putaran Kelima ISSOM 2019

Tapi apa mau dikata, perbedaan spesifikasi mesin tersebut juga berdampak pada gaya balapnya. Dengan kata lain, Dio juga harus melakukan adaptasi lagi dengan memanfatkan sisa waktu yang minim.

“Poin pentingnya adalah saya ingat-ingat kembali aja. Dulu sempat punya mobil dengan enam silinder, jadi mirip-mirip karakter mesinnya. Kalau sektor suspensi kan bisa kita adjust lagi,” tambah Dio.

Benar saja, rasa pesimistis sempat mampir di hati Dio kala melihat para rivalnya menggunakan mesin dengan spesifikasi empat silinder. Namun, acungan jempol patut diberikan kepada Dio usai menuntaskan balapan dengan hasil finish di urutan kelima.

Hingga kemarin, posisi Dio pada klasemen sementara masih berada di bawah Romy Tahrizi, pebalap dari tim BJB Pertamax Turbo GRT. Dengan pencapaian finish posisi lima, Dio masih terbilang aman di urutan kedua klasemen kelas ETCC 2000 Pro. [dp/MT]