Toyota Cetak Penjualan 3.328 Unit di IIMS 2018


JAKARTA (DP) – Tuntas sudah ajang pamer dan jualan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, PT Toyota Astra Motor (TAM) pun sudah punya hitung-hitungan angka penjualan selama event tersebut.

Berdasarkan catatan TAM yang disampaikan Public Relations Manager Rouli Sijabat, selama 11 hari perhelatan IIMS 2018 lalu, pihaknya berhasil menerbitkan sebanyak 3.328 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Sementara unit kendaraan yang dipajang di booth Toyota sebanyak 13 unit.

Model yang membukukan SPK terbanyak adalah Avanza, yaitu 766 SPK, diikuti Rush 759 SPK, Innova 405 SPK, Calya 389 SPK dan Yaris 152 SPK.

“Ternyata Avanza masih cukup kuat posisinya meski berdatangan model-model baru yang menjadi pesaingnya. Ini bukti bahwa masyarakat mengakui durability dan reliability Avanza,” kata Rouli di sela acara All New C-HR Media First Impression di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Kamis (3/5).

Baca juga:  Toyota Siap Lahirkan All-New Yaris dan Vios

Ia juga gembira dengan pencapaian Rush yang mampu menguntit Avanza dengan selisih yang tipis.

“Yang tak kalah menggembirakan adalah jumlah pemesanan untuk model baru, Toyota C-HR, yang mendapatkan pesanan sebanyak 91 unit selama pameran IIMS lalu,” ujar Rouli.

Menurut pria berkaca mata ini, banyaknya pemberitaan oleh media seputar C-HR turut berperan dalam meningkatkan perhatian dan minat masyarakat terhadap crossover ini.

“Hingga 2 Mei kemarin, jumlah pemesanan C-HR sudah mencapai angka 126 unit. Peningkatan pemesanan ini menandakan model ini mendapat respons bagus dari masyarakat,” imbuhnya.

Tingginya jumlah pemesanan C-HR, tutur Rouli, juga sebagai cerminan bahwa isu harga yang disebut-sebut kemahalan untuk model ini, bukan menjadi faktor yang mengalihkan perhatian publik dari kendaraan yang dibanderol seharga mulai Rp488,5 juta ini.

Dari jumlah 126 SPK untuk C-HR, 70 persen berasal dari wilayah Jabodetabek. Sedangkan Jawa Timur menyumbang angka pemesanan 12 persen, Sumatera 8 persen, Jawa Barat 4 persen dan Jawa Tengah 3 persen. [dp/TGH]