Dua Rider Muda Indonesia Ini Lakukan Atraksi Freestyle Ter-extreme


SERPONG (DP) – Freestyle memang telah merambah ke segala bidang. Baik itu sepakbola, sepeda, sepeda motor hingga yang baru ini dilakoni dua orang ini di ‘aspal merah’. Yup, Agha Riansyah Putranto dan M. Zulmi Aristiawan dari 76 Riders coba menunjukkan sesuatu yang berbeda di atas motor enduro (trail).

Empat aksi freestyle dipertontonkan keduanya dan diklaim menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia bahkan di Asia Tenggara sekalipun. Dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, Zulmi dan Agha mempertontonkan aksi Turn Up Whip, Superman Whip, Heel Clicker, dan Rock Solid.

Atraksi yang dilakukan di Sirkuit Powertrack, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (15/5), ini sejatinya memang untuk kebutuhan TVC. Dipilihnya Zulmi dan Agha memang bukan tanpa alasan, sebab keduanya sudah sering menaklukan lintasan di ajang balap motor trail bergengsi.

Tantangannya yaitu setiap rider ditantang melakukan 5 meter Quarter Pipe Ramp FMX dan 35 meter long Table Top. Adapun misi utama dari TVC ini adalah untuk lebih mempopulerkan ajang bertajuk ‘Nyali Aja Nggak Cukup! 76 Trial Game’ yang digelar Genta Autosport berlangsung selama 6 seri pada 2018 ini.

Baca juga:  Suryanation Ridescape 2018, Begini Jika Bikers 'Riding' di Hutan

Untuk menyempurnakan aksi dua 76 Rider muda papan atas tersebut, 76 Trial Game membuat alat terbaik dari hasil karya anak bangsa, dengan desain dan tingkat keamanan yang terjamin. Dengan latihan yang intensif Agha dan Zulmi berlatih keras untuk dapat menaklukkan tantangan demi tantangan.

Zulmi sudah menekuni dunia freestyle dari usia yang masih sangat muda, sehingga di usia yang ke 18, kemampuan freestyle Zulmi tidak diragukan lagi.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya, dapat dipercaya melakukan atraksi freestyle ter-extreme pertama kali di Indonesia. Saya tidak boleh gagal,” ucap Zulmi.

Begitu pula dengan Agha. Rider ini tidak kalah hebat dalam melakukan atraksinya. Banyak atraksi freestyle yang sudah ia taklukan, seperti pada aksi ‘Superman’ yang akan dilakukan oleh Agha, memiliki tingkat kesulitan yang cukup besar.

Menggenggam grip di bawah saddle dengan kaki lurus ke belakang, layaknya Superman terbang, dibutuhkan skill, keberanian dan pengalaman untuk dapat melakukan aksi ini dengan sempurna. “Aksi ini diakui menjadi aksi yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup besar,” kata Agha di sela syuting.

Baca juga:  Motor Bergaya Pro Street, Sabet Best of The Best SML Seri 4 Semarang

Tjahyadi Gunawan, bos Genta Austosport selaku penyelenggara event Trial Game, berharap aksi Agha dan Zulmi dalam TVC ini dapat memotivasi talenta-talenta muda lainnya di Indonesia, untuk berani menyalurkan bakatnya menjadi freestyler-freestyler handal seperti Agha dan Zulmi.

Saat ini, Trial Game telah berlangsung sebanyak 2 seri di Nganjuk dan Purwokerto pada Maret dan April lalu. Usai Hari Raya Idul Fitri 1439 H, kompetisi dilanjutkan di Jember, Jawa Timur (13-14/7), Lumajang (7-8/9), Tuban (5-6/10) dan seri pamungkas di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 16 – 17 November 2018.

Selain aksi dengan motor trail, ada pula aksi ATV Freestyle yang menambah seru suasana syuting pembuatan TVC ini.

Hal ini merupakan komitmen dari 76 Rider, sebuah wadah dari seluruh kegiatan sport bagi kawula muda Indonesia seperti Downhill dan Freestyle BMX untuk terus mendorong generasi muda Indonesia yang berprestasi di dunia extreme sports. [dp/MTH]