Begini Cara Pertamina Amankan BBM Pada Musim Mudik 2018 | dapurpacu.id

Begini Cara Pertamina Amankan BBM Pada Musim Mudik 2018


JAKARTA (DP) – Satuan Tugas (Satgas) bentukan PT Pertamina (Persero) memang dibebani ‘pekerjaan rumah’ cukup berat. Misi utama mereka adalah mengawal ketersediaan dan kelancaran distribusi ke seluruh wilayah NKRI, serta melayani kebutuhan BBM & LPG bagi masyarakat khususnya pemudik selama Puasa dan Idul Fitri 2018.

Satgas BBM akan mulai aktif bekerja pada H-15 hingga H+15 Hari Raya Idul Fitri. Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, Pertamina sudah melakukan evaluasi adanya peningkatan konsumsi serta memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat selama puasa, arus mudik maupun arus balik.

“Menghadapi puasa dan Idul Fitri 2018 melakukan langkah persiapan dimulai dari penyediaan stok BBM. Sementara nanti pada saat jelang arus mudik balik akan dilakukan penambahan armada mobil tangki beserta awaknya, membuat kantong BBM di SPBU sebagai BBM cadangan, menyiapkan BBM kemasan serta SPPBE Kantong,” ujar Adiatma.

Baca juga:  Perdana, Pertamax Turbo Hadir di Kota Singkawang

Sebagaimana tahun sebelumnya, untuk melayani pemudik, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi kelancaran pasokan BBM. Antara lain membangun KiosK/Serambi PX, Mobil Dispenser Unit, BBM Kemasan di SPBU serta Motor/Mobil Pengantar Kemasan BBM.

Keempat layanan khusus ini nantinya bakal kembali disediakan di sepanjang jalur mudik Pulau Jawa, baik jalan tol maupun non tol, serta di jalur Sumatera.

“Semua layanan ini sebagai komitmen Pertamina untuk memberikan kemudahan dan menambah kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan mudik, sehingga tidak khawatir kehabisan BBM di tengah perjalanan,” ujar Adiatma.

Menurutnya, selama Puasa dan Idul Fitri 2018 konsumsi BBM harian secara nasional diperkirakan naik rata-rata 15%. Mengantisipasi hal itu, Pertamina akan meningkatkan stok dan penyaluran BBM dari rata-rata harian normal gasoline 90 ribu kiloliter menjadi 104 ribu kiloliter per hari.

“Kenaikan tertinggi diperkirakan terjadi pada puncak arus mudik, yaitu 9 dan 13 Juni 2018 dengan kenaikan 32% dan 29% dari konsumsi normal. Sedangkan arus balik pada 19 Juni 2018 yang diperkirakan mencapai 28%,” ujar Adiatma.

Baca juga:  Kilang Pertamina Cilacap Optimalkan Produksi Pertalite

Pertamina, lanjut Adiatma, telah mengantisipasi jumlah pemudik tahun ini yang diperkirakan meningkat 11 – 13% dari tahun lalu. Menurutnya jumlah pemudik menggunakan roda dua diperkirakan mencapai 7,67 juta, naik dibanding tahun lalu yang mencapai 6,8 juta. Sementara jumlah pemudik yang menggunakan roda empat diperkirakan mencapai 3,46 juta, atau naik dari tahun 2017 yang mencapai 3,1 juta.

Untuk itu, Adiatma menguraikan rincian kenaikan penyaluran harian untuk tiap-tiap jenis BBM. Kenaikan tertinggi terjadi pada BBM jenis Pertalite dari 46 ribu KL jadi 55 ribu KL (20%), disusul Pertamax dari 15 ribu KL menjadi 18 ribu KL (15%).

Sementara Premium dari 24 ribu KL menjadi 26 ribu KL (7%), Pertamax Turbo dari 787 KL menjadi 820 KL (5%), Dexlite dari 1.598 KL menjadi 1.678 KL (5%), Dex dari 485 KL menjadi 504 KL (4%), serta Avtur meningkat dari 15 ribu KL menjadi 16 ribu KL (5%). Sedangkan untuk kebutuhan solar diperkirakan turun dari 35 ribu KL rata-rata harian normal menjadi 30 ribu KL. [dp/MTH]