Ini Bahayanya, Jika Sembarang Pilih Jaket Saat Berkendara Mudik


JAKARTA (DP) –  Jaket menjadi bagian kelengkapan dalam berkendara, ada banyak fungsi dari apparel yang satu ini. Namun banyak juga dari pengendara motor yang salah memanfaatkan jaket saat berkendara baik jarak jauh maupun dekat.

Mengetahui jaket yang cocok digunakan saat berkendara dengan jarak jauh terlebih saat akan mudik menjelang Hari Raya menggunakan sepeda motor, akan menjadi pemandangan para pemudik di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa.

“Jaket yang terlalu kedap terhadap udara juga tidak terlalu baik, termasuk untuk perjalanan jauh dengan sepeda motor,  jaket juga jangan terlalu kedap udara. Jangan yang model-model parasit. Harus ada air flow-nya,” ujar Andi Akbar, builder dari Katros Garage atau biasa disapa Atenk.

Jaket berbahan parasit atau biasa dikenal dengan jaket gunung tidak cocok digunakan saat berkendara, dengan alasan sirkulasi udara yang kurang baik, karena jaket gunung di disain untuk peruntukan agar pemakai jaket terlindungi oleh terpaan angin pegunungan.

Begitu juga dengan flanel atau jaket berbahan jeans, walaupun menutupi lengan dan badan, jenis jaket sirkulasi masuknya udara terlalu banyak, serta terlebih bahan jaket tidak safety untuk perjalanan jarak jauh.

Ditambahkan Atenk, “Suhu di dalam jaket membuat  tubuh kita panas, sedangkan di luar dingin. Itu malah bisa menjadi penyakit bagi pengendara motor.”

Saat ini beberapa produsen jaket sudah menjual beragam jaket untuk berkendara jarak jauh dan dekat, ditambah lagi beberapa fitur bisa kalian dapat, seperti ventilasi udara, protector pada siku bahkan hingga jaket yang tahan terhadap cuaca ekstrim, namun pastinya semakin bagus model beserta fitur yang ditawarkan akan semakin mahal harga yang diberikan. [dp/Arb]