JAKARTA (DP) – Ritual mudik bagi umat Islam di perantauan menjadi momen paling indah. Tapi mengemudi mobil untuk mudik kerap menjadi beban pikiran bagi sebagian orang, karena jelas menguras energi dan konsentrasi. Padahal ada cara sederhana untuk mengusir semua beban pikiran itu seraya mendapatkan pahala dari Yang Kuasa. Bagaimana caranya?
Caranya adalah selalu mengambil kesempatan beristirahat saat memasuki waktu sholat. Dengan beristirahat di tengah-tengah perjalanan panjang selama mudik saat waktu sholat, Anda akan mendapatkan beberapa manfaat sekaligus, antara lain kebugaran, pahala dan juga bisa berkenalan dengan sesama pemudik di mesjid-mesjid di sepanjang jalur mudik.
Mengemudi jarak jauh saat berpuasa tentu menjadi ujian tersendiri bagi mereka yang tetap menjalankan ibadah tersebut selama perjalanan. Apalagi jika dalam satu keluarga itu hanya satu orang yang mengemudi, tentu akan semakin berat beban yang diemban sang pengemudi. Maka dari itu, dengan menyempatkan berhenti untuk sholat lima waktu dalam perjalanan.
Dari sisi ibadah, dengan tetap menjalankan sholat, tentu upaya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Yang Kuasa tetap terjaga. Manfaat lain dari sholat adalah mengembalikan kebugaran dan konsentrasi usai mengemudi dalam waktu lama.
Untuk pembagian waktu sholat, bisa Anda sesuaikan sendiri asalkan tetap mengacu pada jadwal sholat di masing-masing daerah yang disinggahi. Misalnya, jika Anda berangkat usai sahur atau sholat Subuh, Anda masih memiliki tenaga dan pikiran segar hingga memasuki waktu sholat Dhuhur. Sedangkan untuk istirahat dan ibadah berikutnya, bisa Anda lakukan pada empat jam setelah selesai sholat Dhuhur, bisa pukul 16.00 atau 17.00. Tapi bila Anda ingin sesuai waktu sholat di daerah yang dilalui, itu akan lebih bagus.
Istirahat plus ibadah sholat berikutnya adalah saat memasuki waktu Maghrib. Di sini, banyak juga yang beristirahat lebih lama seraya menunggu waktu sholat Isya, dan setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. Tapi ada juga yang langsung berangkat setelah sholat Maghrib, dan baru menjalankan sholat Isya pada malam hari atau bahkan dini hari sebelum datang waktu Subuh.
Lalu bagaimana dengan yang sudah menjalankan sholat Maghrib dan Isya untuk istirahat berikutnya? Bagi mereka yang sudah menjalankan sholat Maghrib dan Isya, pola istirahat berikutnya sebaiknya tetap empat jam sekali minus sholat. Namun, bagi yang tak ingin ketinggalan sholat tarawih, di jam-jam istirahat itulah bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan sholat tarawih.
Itu baru dari aspek agama, sedangkan dari sisi kesehatan, sholat sudah diketahui secara luas bagaikan gerakan olahraga yang memiliki manfaat bagi kebugaran tubuh dan mencegah datangnya penyakit.
Anda tahu bahwa kurang tidur juga menyebabkan kehilangan daya fokus dan konsentrasi. Kemudian, koordinasi antara gerakan tangan dan kaki juga menurun. Efeknya, aktivitas keseharian Anda akan terganggu, termasuk konsentrasi ketika mengemudi kendaraan.
Unrtuk itu, saat Anda berhenti di mesjid untuk mengerjakan sholat, sempatkan pula untuk memejamkan mata sejenak agar dapat melanjutkan perjalanan dengan kondisi badan lebih segar.
Nah, sekarang kita bahas manfaat gerakan sholat yang bermanfaat bagi kesehatan, antara lain:
1. Sholat sembuhkan rematik
Penyakit rematik banyak dikeluhkan mereka yang berusia di atas 40 tahun. Dan para ahli menyebutkan bahwa untuk mengatasi rematik, olahraga adalah cara paling sederhana selain pengobatan. Bagi Anda yang tak pernah ketinggalan dalam sholat, kemungkinan besar Anda terhindar dari rematik, karena gerakan sholat adalah gerakan terbaik yang mampu mengembalikan fungsi otot.
Gerakan sholat yang meliputi ruku’, berdiri tegak dan sujud, tentunya gerakan yang thu’maninah (tidak tergesa-gesa) dan dilakukan lebih lama, akan menjadi terapi terbaik dan penyembuhan terhebat bagi Anda yang sudah terkena rematik.
Dikaitkan dengan mengemudi, sholat tentu dapat melemaskan kembali otot yang tegang selama mengemudi. Peregangan dan relaksasi saat melakukan gerakan sholat akan mengembalikan kelenturan otot, sehingga rasa pegal akan lenyap.
2. Melancarkan sistem peredaran darah dan terapi penyakit jantung
Sejumlah jurnal kesehatan mengungkapkan bahwa kasus tersumbatnya peredaran darah yang berimbas pada terhambatnya fungsi paru dan kasus tersumbatnya peredaran darah di kaki, akan terhindar dengan disiplin mengerjakan sholat.
Rahasianya adalah, gerakan ruku’ dan sujud dalam waktu yang lama mampu menstabilkan detak jantung, sehingga peredaran darah kembali lancar dan mengurangi gejala tekanan darah tinggi.
3. Peregangan terbaik
Duduk lama saat mengemudi tentu tak baik bagi kesehatan, terutama untuk ginjal. Dengan selalu menyempatkan sholat selama perjalanan panjang, dengan sendirinya memberikan kesempatan bagi otot untuk kembali ‘bebas bergerak’. Efeknya, membangkitkan semangat baru pada tubuh, mengikis timbunan lemak di sekitar perut dan paha dan memperlambat efek-efek penuaan pada tubuh.
4. Wudhu cegah kanker kulit
Setiap akan mengerjakan sholat pasti didahului dengan berwudlu. Perlu diketahui bahwa faktor yang mendominasi munculnya kanker kulit adalah karena kulit banyak menyerap zat kimiawi, dan solusi terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menghilangkan timbunan zat kimia itu dengan membersihkannya secara berulang. Selain itu, keringat dan lemak yang keluar dari pori-pori tubuh dan bercampur dengan debu pada umumnya mengandung zat kimiawi dan bakteri berbahaya.
Dengan berwudlu, usapan air pada wajah, telinga, tangan dan kaki, dengan sendirinya sebagai cara untuk menghapuskan timbunan kotoran dan zat-zat kimia yang menempel. Langkah ini juga untuk mengembalikan kesegaran kulit yang kering setelah lama terpapar udara dingin dari AC kendaraan.
Jika menyimak paparan di atas, maka tak ada alasan lagi Anda meninggalkan sholat saat perjalanan mudik, karena lebih banyak manfaatnya ketimbang hanya takut lebih lambat tiba di kampung halaman. [dp/TGH]















