Mudik Naik Motor, Wajib Lakukan Ritual Ini! | dapurpacu.id

Mudik Naik Motor, Wajib Lakukan Ritual Ini!


BANDUNG (DP) – Tradisi mudik Lebaran yang masih secara rutin dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia seharusnya dijadikan pengalaman atau contoh berkendara menjadi lebih aman dan nyaman dengan memperhatikan beberapa aspek keselamatan. Terlebih bagi mereka yang menggunakan moda transportasi roda dua.

Instruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Motora (DAM) Asep Wawan mengatakan mudik menggunakan sepeda motor dengan jarak yang jauh atau memakan waktu berjam-jam butuh persiapan yang matang dengan memperhatikan keamanan dan kenyaman.

Mulai dari kesehatan si pengendaranya, perlengkapan berkendara, sampai dengan sepeda motor yang akan digunakan kelak. Perlengkapan seperti helm, jaket dan sarung tangan menjadi peranti wajib yang harus dikenakan. Selain tentunya kelengkapan lainnya seperti Surat Izin Mengemudi dan STNK yang masih berlaku.

“Baik pengemudi maupun penumpang mempunyai risiko yang sama bila terjadi kecelakaan. Untuk itu, penumpang pun termasuk anak-anak wajib menggunakan perlengkapan berkendara yang baik dan aman,” jelas Asep lebih lanjut.

Pastikan kondisi sepeda motor yang akan digunakan untuk perjalanan mudik dalam keadaan prima. Disarankan untuk mengecek ‘kesehatan’ motor Anda jauh-jauh hari di bengkel resmi, agar perjalanan aman dan nyaman.

Selama di perjalanan, kendalikan kecepatan kendaraan disesuaikan dengan rambu-rambu batas kecepatan yang diizinkan. Rata-rata kecepatan maksimalnya antara 40-60 km/jam.

Perlu juga diperhatikan lamanya berkendara sepeda motor tergantung dari kondisi fisik pengemudi. Diimbau agar melakukan istirahat secukupnya setelah melaju selama 2 sampai 2,5 jam. Hal ini dilakukan agar kondisi tubuh tetap fit dan konsentrasi tetap terjaga dengan baik.

Sangat tidak disarankan untuk membawa barang bawaan terlalu banyak kala mudik. Apalagi sampai ditambahkan dengan dudukan barang ke belakang kendaraan melebihi spakbor roda belakang.

“Sangat bahaya. Hal ini membuat bobot kendaraan cenderung berat ke belakang, sehingga setang kemudi menjadi sulit untuk dikendalikan dan lampu rem akan tertutup barang. Perhatikan juga kapasitas daya angkut motor agar tidak mengganggu pengoperasian sepeda motor ketika digunakan saat mudik sehingga terhindar dari kecelakaan,” pungkas Asep. [dp/MTH]