‘Connecting Aspirations’, Cara Baru Tata Motors Merangkul Konsumen


JAKARTA (DP) – Tata Motors mulai menerapkan ‘bahasa’ baru dalam komitmennya memenuhi kebutuhan para pebisnis maupun pengusaha di dunia. Dan Tata Motors selalu berusaha menjadi yang terdepan dalam menciptakan berbagai solusi mobilitas yang inovatif. Baik untuk kendaraan penumpang, komersial dan pertahanan.

Melalui definisi terbarunya ‘Connecting Aspirations’, Tata Motors ingin menjaga pelanggan dan mendengar serta mengakomodir aspirasi masyarakat. Sehingga menciptakan tolok ukur baru dalam industri otomotif.

“Sebagai pabrikan yang memiliki talenta hebat, rekam jejak yang bagus di bidang manufaktur dan memiliki Pusat Riset & Pengembangan yang tersebar di seluruh dunia, Tata Motors hadir secara lengkap di dunia otomotif,” ujar Presiden Direktur PT Tata Motor distribusi Indonesia (TMDI), Biswadev Sengupta, di sela-sela temu media, Senin (4/6) lalu.

‘Menghubungkan beragam aspirasi’ yang keluar dari mulut konsumen mewakili kepribadian brand yang bertekad menjadi sebuah sistem solusi mobilitas yang saling terkait secara cerdas, cepat tanggap, hangat, dan ekspresif.

Baca juga:  Program GSC 2018, Bentuk Apresiasi Tata Motors Untuk Konsumen

Connecting Aspirations adalah slogan simbolis yang merupakan gabungan dari masa lalu, saat ini dan masa depan Tata Motors di industri otomotif dunia. Ini juga merupakan bentuk pernyataan sekaligus tantangan.

Di Indonesia sendiri, melalui distributor resminya PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), merek otomotif asal India ini memang belumlah lama merambah pasar Tanah Air.

Sempat coba bermain di ranah kendaraan penumpang, namun akhirnya harus memutuskan untuk ‘telaten’ menggarap pasar kendaraan yang lebih menjanjikan. Yakni kendaraan niaga, mulai dari pikup hingga truk berukuran ‘bongsor’.

Siap Garap ‘Kendaraan Perang’ TNI Dan Polri

Kedatangan Perdana Menteri India, Shri Narendra Modi ke Indonesia beberapa waktu lalu, memang untuk memperingati hubungan diplomatik antara kedua negara yang sudah terjalin selama 70 tahun tersebut.

Salah satu agenda pertemuan yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo dengan Narendra adalah memperkuat kerja sama di bidang pertahanan. Sejatinya, antara Tata Motors dan Pindad telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sejak 2016 lalu.

Baca juga:  Inilah Agenda Balap Internasional Honda Sepanjang Musim 2019

Dalam kerja sama ini, pihak Tata Motors akan mentransfer teknologi dan melakukan produksi kendaraan perang militer TNI. Salah satunya adalah kendaraan water cannon, yang telah melakukan unjuk gigi pada pameran pertahanan Indo Defence, November 2016.

“Kerja sama dengan Pindad merupakan hal yang baik dan sedang dilakukan. Kami melakukan pengembangan dan melakukan uji coba banyak produk. Saya berharap bisa menemukan produk yang sesuai untuk militer dan pertahanan di Indonesia,” kata Biswadev lebih lanjut.

Selain kendaraan water cannon, Pindad bersama Tata Motors juga berencana akan memproduksi truk taktis 2,5 ton, yang nantinya akan ditawarkan kepada TNI dan Polri.

Meski tidak menyebutkan secara detail produk kendaraan yang dirancang dan diuji bersama Pindad, Biswadev mengatakan, nantinya akan ada kendaraan militer yang sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.

Sebagai informasi, kendaraan meriam air ini dibangun berbasiskan Tata seri LPTA 1628 berpenggerak 4×4 yang ditenagai mesin diesel Cummins ISBe 270 BS-III berdaya 265 hp. Mesin ini dipadukan dengan transmisi manual sembilan percepatan, plus kapasitas bahan bakar yang mencapai 400 liter solar.

Baca juga:  Tata Prima Jadi Andalan Sektor Pertambangan di Halmahera

Saat ini Tata Motors adalah perusahaan mobil dan kendaraan komersial terbesar di India serta menempati urutan keenam perusahaan kendaraan komersial di dunia. [dp/MTH]