Memuaskan Penasaran Pada DFSK Glory 580 | dapurpacu.id

Memuaskan Penasaran Pada DFSK Glory 580


BANDUNG (DP) – Dinginnya udara pagi selepas Subuh, tak kuasa menahan semangat untuk ikut dalam acara Media Test Drive DFSK Glory 580.

Belasan awak media cukup antusias berangkat pagi menuju Stasiun Gambir di Jakarta Pusat pada Selasa (5/6) untuk memenuhi undangan acara test drive model SUV lansiran PT Sokonindo Automobile.

Membutuhkan waktu sekitar dua jam dari Gambir menuju Stasiun Purwakarta, yang menjadi titik pemberangkatan rombongan test driver Glory 580 menuju NuArt Sculpture Park, yaitu sebuah taman seluas 3 hektar yg berisi galeri modern dengan patung karya Nyoman Nuarta, kafe dan juga toko suvenir.

Ada 15 unit Glory 580 yang bisa dicoba langsung oleh para awak media, yang terbagi dalam dua kapasitas mesin dan dua jenis transmisi, yakni manual dan matik. Kemudian ada tiga warna yang melabur SUV terbaik di ajang IIMS 2018 lalu itu, yakni Elegant White, Emerald Diamond Red dan Phantom Black.

Rasa penasaran untuk merasakan performa SUV bergaya Eropa ini terbayar ketika rombongan melalui jalan tol yang relatif sepi kendaraan saat menuju NuArt Sculpture Park dari Stasiun Purwakarta.

Dapurpacu.id yang pada kesempatan pertama menjadi penumpang di bangku depan, merasakan aura mewah ketika memasuki kabin Glory 580 berkat balutan kulit pada tempat duduk dan lingkar kemudi. Juga desain console tengah yang modern menyerupai milik mobil Eropa.

Aura mewah juga terpancar dari keberadaan sunroof elektris, sehingga memberikan sensasi berkendara layaknya memacu SUV premium. Belum lagi rem tangan yang sudah mengadopsi sistem elektris, sehingga tidak ditemukan lagi rem tangan konvensional dengan sistem tarik, tapi cukup menekan tombol yang terletak di belakang tuas persneling.

Pada lingkar kemudi juga ditemukan beberapa tombol untuk mengatur audio. Keberadaan layar infotainment berlayar sentuh ukuran 10 inci juga semakin menambah nilai plus SUV ini. Untuk Glory 580 yang dijajal Dapurpacu.id adalah tipe Comfort bertransmisi matik, tapi tidak dilengkapi fitur Push Start Engine, melainkan tetap mengandalkan kunci. Tetapi model ini bisa disejajarkan dengan SUV sekelas di atasnya dengan keberadaan fitur HHC uphill assist, tire pressure monitoring system (TPMS), driving recorder, dan kamera parkir 360-degree panoramic.

Agak disayangkan, desain dashboard yang terkesan simpel namun elegan dari SUV yang masuk segmen SUV kelas menengah di pasar otomotif nasional ini, agak ‘terganggu’ oleh material plastik pada dashboard. Apalagi ketika ditekan dengan tangan, bahan plastik itu terasa cukup tipis.

Begitu juga saat duduk di kursi berlapis kulit, posisinya kurang ergonomis, sehingga tubuh tidak terasa ‘dipeluk’. Ternyata kesan yang sama juga dirasakan oleh rekan media yang duduk di kursi pengemudi.

Namun demikian, minus tersebut dapat ditutupi oleh kesenyapan kabin yang terbilang optimal. Suara gesekan ban pada permukaan jalan dan suara mesin serta suara bising dari luar, sangat minim terdengar dari kabin. Plus suspensi yang mumpuni meredam guncangan.

Posisi duduk yang tidak ‘tenggelam’ juga membantu melihat suasana di depan mobil lebih nyaman dan lapang. Suasana di kabin makin terasa nyaman dengan kabin Glory 580 yang luas. Hal ini didukung dimensi panjang kendaraan 4.680mm, lebar 1.845mm dan tinggi 1.715mm. Kemudian wheelbase mencapai 2.780mm.

Tak hanya kabin penumpang yang luas, ruang bagasi juga demikian. Sementara baris bangku ketiga cukup untuk mengakomodasi penumpang setinggi 170-175 cm, pun demikian dengan leg room yang masih menyisakan ruang bagi lutut.

Handling kendaraan juga lumayan stabil, meski sedikit terasa limbung saat menikung dalam kecepatan tinggi. Pengemudian juga nyaman berkat setir yang mampu menyesuaikan dengan kecepatan, yaitu ketika dalam kecepatan rendah terasa ringan tapi tidak terlalu ringan, dan akan sedikit berat ketika mobil melaju kencang.

Dari sisi pengereman, Glory 580 juga cukup baik, dengan injakan kaki yang ringan pada pedal rem, mobil dapat dikendalikan hingga melambat atau berhenti.

Untuk sistem penghenti laju pada Glory 580 sudah dilengkapi dengan Electronic Stability Program, yang dapat ‘memandu’ tetap melaju di jalurnya. Saat dilakukan pengereman keras, Glory 580 tetap stabil dan ‘nurut’ berkat dukungan fitur Anti-Lock Brake System dan Electronic Brake-force Distribution serta Hydrolic Brake Assistance.

Lantas, bagaimana performa mesinnya?

Rata-rata teman media menyebut performa mesin Glory 580 1.5T turbocharger yang di atas kertas tertera 110kW, normal-normal saja alias tidak terlalu ‘galak’. Untuk Glory 580 1.5T, saat Dapurpacu.id duduk di belakang kemudi dengan 5 penumpang di dalamnya, perlu menginjak pedal gas dalam-dalam untuk berakselasi cepat atau ketika akan berakselasi setelah berhenti di tanjakan. Turbo lag dan juga performa CVT yang terasa ‘lemot’, membuat akselerasi dari posisi diam atau saat jalan menanjak, terasa ada jeda sebelum melaju.

Tapi performa itu tak terlalu berpengaruh jika untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan, atau masih setara dengan para rivalnya yang sekelas. Namun dari sisi kesenyapan kabin, kelegaan ruang kabin dan pengendalian serta kelengkapan fitur, Glory 580 layak dipertimbangkan. Apalagi PT Sokonindo Automobile memberikan garansi hingga 7 tahun atau mencapai jarak tempuh 150.000 km. Belum lagi harga yang ditawarkan mulai rentang Rp220 juta hingga Rp350 juta, masuk dalam segmen ‘gemuk’ yang diisi mayoritas konsumen Indonesia.

Kualitas produk dan built quality pada sejumlah panel bodinya, juga menjadi nilai plus bagi Glory 580. [dp/TGH]