Waspadai Angin Kencang di Jalur Pantura


JAKARTA (DP) – Dengan makin diperluasnya lintas Tol Trans Jawa hingga menyentuh wilayah Surabaya, tentu berimbas pada lenggangnya jalur nasional seperti Pantura. Pemudik yang menggunakan sepeda motor dipastikan dapat memacu tunggangannya seiring kondisi jalan yang tergolong sepi.

Namun dibalik itu, jalur yang kosong dengan sisi kanan-kiri didominasi persawahan di sepanjang jalur Pantura, menciptakan ‘aura negatif’ bagi pemudik dan juga motornya.

Bukan tidak mungkin dengan kondisi ini angin kencang bakal menghujani si pemudik. Motor ‘oleng’ bisa dipastikan terjadi. Karena itulah, pemudik diminta untuk mewaspadai kondisi tersebut. Khususnya di wilayah Cirebon – Indramayu.

Prakirawan cuaca BMKG Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Ahmad Faaizin, seperti dilansir NTMC Polri melalui pesan singkatnya mengatakan, kecepatan angin di wilayah itu berkisar 40 kilometer per jam.

“Itu di atas normal,” kata Faaizin. Dengan tiupan angin sekencang itu tentunya dapat membahayakan pemudik, terlebih pemudik dengan bawaan yang cukup banyak.

Baca juga:  Rizoma Pilih Sphinx Motorsport Sebagai 'Rumah' di Indonesia

Belum lagi kondisi cuaca yang kadang bisa berubah dengan cepat. Saat Faaizin melaporkan, cuaca berawan tengah menggelayuti wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Pantauan sementara di jalur Pantura wilayah Patrol, Indramayu, kondisi cuaca terlihat mendung. Sedangkan jumlah kendaraan yang melintasi jalur yang berdekatan dengan perbatasan Subang tersebut terpantau lancar dan belum naik signifikan. [dp/MTH]