PARIS (DP) – Saat pabrikan lain masih berkecimpung di segmen otomotif dalam mengembangkan teknologi fuel cell hidrogen, Toyota sudah melangkah lebih jauh lagi, bahkan sudah menyeberangi lautan.
Sama seperti ketika pertama kali mengembangkan teknologi hybrid, tak banyak pabrikan mobil yang berani bertaruh untuk teknologi yang di era 1990-an tergolong baru dan belum teruji. Tapi Toyota terus maju melalui sedan Prius, dan seiring waktu teknologi hybrid Toyota terus berkembang dan menyasar hampir seluruh model kendaraan miliknya.
Kemudian, dengan makin dibutuhkannya bahan bakar alternatif yang terbarukan, Toyota mengembangkan teknologi fuel cell hidrogen, dengan model pertama yang menggendong teknologi FCV (fuel cell vehicle) adalah sedan Mirai. Tak berhenti di situ, Toyota juga mencangkokkan teknologi tersebut pada kendaraan besar, yakni truk di pelabuhan di Amerika Serikat, bus dan juga forklift.
Belum puas hanya dengan ‘bermain’ di darat, Toyota pun melirik kendaraan laut alias kapal. Raksasa otomotif ini menggandeng produsen kapal asal Eropa yang menciptakan kapal pesiar mewah bernama Energy Observer, yang notabene adalah kapal pertama yang mengadopsi mesin berbahan bakar hidrogen. Kapal ini sendiri memiliki dimensi panjang sekitar 30,5 meter, lebar 12,8 meter dan bobot 28 metrik ton.
Energy Observer diluncurkan di Perancis tahun lalu dengan misi selama enam tahun untuk menguji propulsi dari bahan bakar terbarukan. Dengan dukungan dari Toyota Motor Europe, kapal ini akan mencoba menuntaskan misi keliling dunia dengan mesin berbahan bakar hidrogen. Pada akhir pekan lalu, Energy Observer tengah berada di Laut Mediterania, dan akan berlayar menuju Eropa Utara tahun depan, dan akan tiba di Tokyo saat penyelenggaraan Olimpiade 2020.
“Kami benar-benar senang Toyota Motor Europe ikut berlayar dalam misi ini,” kata Victorien Erussard, kapten Energy Observer.
“Kami berbagai visi tentang hidrogen sebagai kunci untuk mempercepat proses transisi energi, yaitu visi yang bisa dibawa ke ajang Olimpiade 2020 di Tokyo.”
Sementara itu, Matt Harrison dari Toyota Europe, mengatakan proyek ini sebagai bukti banyaknya kepraktisan dari hidrogen yang dapat dikembangkan sebagai transisi menuju Masyarakat Hidrogen. [dp/TGH]

