Nissan Akui Palsukan Pengujian Emisi di Jepang

TOKYO (DP) – Nissan mengakui telah memalsukan pengujian emisi untuk model kendaraan yang diproduksi di Jepang. Skandal ini telah memicu recall terhadap 1,2 juta kendaraan yang dipasarkan di Negeri Sakura.

Dalam pernyataan tertulisnya awal pekan ini, Nissan menyatakan telah menemukan ‘ketidaksesuaian’ dalam proses pemeriksaan akhir hasil uji emisi pada September 2017 silam. Dari situlah kemudian raksasa otomotif Jepang ini melakukan penyelidikan internal.

Lingkungan pengujian untuk emisi dan analisis efisiensi bahan bakar pada sebagian besar pabrik Nissan di Jepang tidak selaras dengan persyaratan, dan laporan pemeriksaan akhir itu berbasiskan pada pengukuran yang telah berubah. Kesalahan dalam pengujian emisi itu dialami 19 model kendaraan yang dipasarkan di Jepang.

“Penyelidikan penuh dan komprehensif atas fakta-fakta yang ada, termasuk penyebab dan latar belakang dari kesalahan itu, saat ini sedang berlangsung,” ungkap Nissan.

“Nissan masih mempertahankan firma hukum Nishimura dan Asahi untuk melakukan penyelidikan yang fokus pada penyebabnya dan akan melakukan langkah-langkah yang tepat untuk menuntaskan kasus ini,” kata pabrikan tersebut seraya memastikan kasus seperti ini takkan terulang kembali.

Untuk diketahui, pada Oktober 2017, Nissan bikin geger setelah mengungkapkan bahwa pemeriksaan emisi yang tak memenuhi syarat telah dilakukan pada proses pemeriksaan akhir pada kendaraan yang dipasarkan di Jepang selama belasan tahun. Hal itu langsung memicu dilakukannya penarikan produk (recall) terhadap sekitar 1,2 juta unit kendaraan. Nissan sendiri menuding kasus itu terjadi lebih karena kekurangan karyawan yang bertanggung jawab atas proses pengujian emisi.

Namun demikian, Nissan menegaskan bahwa meski pihaknya mengakui adanya pemalsuan pengujian emisi, tapi tak ada satu pun model Nissan yang patut dipertanyakan dalam hal iklan yang menyebutkan angka efisiensi bahan bakar dan emisi.

Dan, sebagai bentuk tanggung jawab ketika ditemukan ketidaksesuaian dalam pemeriksaan akhir, Nissan langsung menghentikan produksi seluruh kendaraan di Jepang yang akan dipasarkan di dalam negeri pada tahun lalu. [dp/TGH]

Previous articleMengintip Teknologi Anyar Pada Filter Udara Ferrox Terbaru
Next articleWuihh…VW Camper Punya Toilet, Shower dan Tempat Tidur