Saingi Toyota Sora, Mercedes Andalkan Bus Listrik eCitaro


HAMBURG (DP) – Sejumlah kota besar di negara maju kini semakin menuntut kehadiran kendaraan komersial ramah lingkungan, terutama untuk bus umum. Menjawab tuntutan itu, Mercedes-Benz melahirkan bus listrik dengan nama eCitaro. Sementara Toyota mengandalkan Sora, bus bertenaga fuel cell hidrogen.

Kita akan melihat bus listrik Mercedes dulu. Raksasa otomotif Jerman itu menggunakan basis bus Citaro yang sukses terjual sebanyak 50.000 di seluruh dunia, yang dicangkokkan teknologi listrik agar tak lagi menghasilkan emisi karbon.

Meski berbasis sama, tapi eCitaro memiliki desain berbeda, terutama terlihat pada bagian depannya, yang kini menyandang logo berukuran lebih besar dan dipadukand engan trim dekoratif tiga dimensi dengan permukaan mengkilap. Sedangkan bagian buritannya, untuk lampu dan bumper masih sama dengan Citaro.

Daimler, sebagai induk perusahaan Mercedes, menyatakan daya listrik eCitaro dipasok dari motor listrik ZF AVE 130 yang terpasang di poros penghubung roda. Sistem itu menghasilkan tenaga 335 horsepower (250 kilowatt) dan torsi 715 pound-feet (970 Newton-meter). Untuk baterai jenis lithium-ion dibuat terpisah hingga 10 model, yang masing-masing memasok daya sekitar 25 kWh, sehingga totalnya mencapai 243 kWh. Modul-modul itu ditempatkan di bagian belakang bus dan juga di atap.

Baca juga:  'Menguliti' EQC Crossover, Senjata Baru Mercedes di Segmen EV

Bergantung pada masing-masing spesifikasinya, bus ini menggunakan enam, delapan atau 10 modul baterai. Untuk varian yang mengadopsi 10 modul baterai, eCitaro memiliki bobot 13,44 ton dan memiliki daya angkut hingga lebih dari 6 ton, atau setara 85-90 penumpang.

Untuk pengisian daya baterai bisa melalui soket untuk Combo-2-plug, yang ditempatkan di dek di atas roda depan sebelah kanan (tergantung posisi setir). Di masa mendatang, Mercedes juga akan menawarkan pilihan untuk sistem pengisian baterai via pantograf seperti pada kereta listrik.

Mercedes eCitaro akan melakukan debutnya pada September di ajang IAA Commercial Vehicles di Hanover, dan akan diproduksi pada akhir tahun ini. Saat ini Mercedes sudah menerima pesanan sebanyak 20 unit dan akan beroperasi di Hamburg.

Sementara itu, Toyota melakukan pendekatan berbeda untuk melindungi lingkungan, yakni dengan meluncurkan bus berteknologi fuel cell hidrogen. Bus hidrogen Toyota itu bernama Sora.

Kelahiran Sora sendiri, menurut Toyota beberapa waktu lalu, merupakan bagian dari gagasan korporat global milik Toyota yang bertajuk “Start Your Impossible”, yang diluncurkan sejak 2017 lalu. Seperti disebutkan di atas, inisiatif global ini untuk mentransformasikan Toyota dari perusahaan otomotif menjadi penyedia layanan mobilitas.

Baca juga:  Bertampang Sangar, Hyundai Santa Fe 2019 Punya 14 Varian

Program tersebut dilandasi niat Toyota untuk berkontribusi terhadap peningkatan dan perbaikan kehidupan masyarakat melalui dukungan penciptaan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan, di mana setiap orang dapat merasa terinspirasi untuk mengatasi hal yang tak mungkin menjadi mungkin.

Dalam mengembangkan Sora, Toyota menerapkan desain yang dapat memberikan pelanggan rasa bebas bermobilitas dan dan dapat menjadi ikon kota metropolitan di masa depan.

Toyota ingin menciptakan sebuah bus yang bekerja untuk dan mendukung masyarakat, sehingga Toyota Fuel Cell System (TFCS) dibenamkan pada Sora karena keramahannya terhadap lingkungan serta kemampuannya menjadi sumber tenaga listrik pada saat terjadi bencana alam.

Beberapa fitur penting yang dimiliki Sora, seperti teknologi fuel cell yang tak mencemari lingkungan. Toyota Fuel Cell System (TFCS), yang pertama kali dikembangkan untuk fuel cell electric vehicle (FCEV) Mirai, terbukti tidak menghasilkan emisi CO2 dan zat-zat berbahaya lainnya, selain juga hening sehingga tidak menimbulkan getaran pada kendaraan.

Baca juga:  MPMParts Didapuk Jadi Distributor Tunggal Aki Hitachi di Indonesia

Hebatnya lagi, Sora dilengkapi dengan external power output device berkapasitas tinggi, yang dapat menyalurkan daya listrik berkapasitas besar (output maksimum 9 kW dan pasokan listrik sebesar 235 kWh). Dengan begitu, Sora bisa dimanfaatkan sebagai penghasil daya listrik saat terjadi bencana alam.

Keunggulan lain Sora adalah desain dan fungsinya yang memberikan kebebasan lebih bagi penumpang. Susunan tempat duduk horizontal dengan mekanisme pelipatan otomatis jika tak digunakan, dapat meningkatkan kenyamanan bagi penumpang yang membawa stroller bayi dan kursi roda.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian Toyota. Terdapat delapan kamera definisi tinggi terpasang di dalam dan di luar kabin bus untuk mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda yang berada di sekitar bus, sehingga dapat terlihat oleh pengemudi. Ketika bus berhenti, sistem akan memberikan peringatan berupa suara dan gambar pada layar kepada pengemudi.

Hmm…seandainya bus-bus ramah lingkungan itu beroperasi di Tanah Air, terutama sebagai bus Transjakarta, kualitas udara Ibukota dijamin akan lebih baik. [dp/TGH]