Akhir Kisah Tata Nano, Sang Mobil Termurah Dunia


NEW DELHI (DP) – Sedasawarsa lalu, tepatnya pada 2008, dunia dihebohkan dengan kehadiran mobil mungil yang diklaim sebagai mobil penumpang termurah sejagat. Mobil tersebut adalah Tata Nano, model racikan Tata Motors untuk fokus ke pasar India.

Pada saat kelahirannya, dunia menyoroti strategi Tata Motors yang sanggup menciptakan sebuah mobil yang harganya tidak beda jauh dengan sepeda motor segmen medium ketika itu. Harapannya mungkin, dengan menyandang mobil termurah sedunia, Tata Nano juga dapat menyasar pasar negara berkembang lainnya, meski kemudian harapan itu tinggallah harapan.

Titik nadir kiprah Tata Nano di dunia, atau lebih pas di tanah India, terjadi pada Juni 2018 lalu. Menurut laporan India Economic Times, Tata Motors hanya memproduksi satu unit Tata Nano pada bulan itu. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, mereka masih bisa menghasilkan 275 unit.

Baca juga:  Tata Motors Raih Indonesia Digital Brand Award

Mengaca pada buruknya penjualan Tata Nano, maka diputuskan mobil imut tersebut tak akan diproduksi lagi pada 2019 dan seterusnya.

Tata sendiri memasarkan Nano sebagai “mobil rakyat” pada 2008 lalu, untuk mengakomodasi masyarakat kelas bawah India dalam menunjang mobilitas sehari-hari. Tapi rencana tersebut meleset, pasar India yang sensitif terhadap harga pun, belum bisa menyerap produk tersebut dengan mudah.

Ada banyak pertimbangan bagi konsumen untuk memiliki Nano meski harganya murah, seperti aspek keselamatan, desain dan mungkin juga gengsi, demikian pernyataan sejumlah pengamat otomotif.

Kasus Tata Nano ini dapat menjadi pelajaran bagi pabrikan otomotif di mana saja jika ingin sukses di India. Hanya dengan mengandalkan harga murah tanpa dibarengi dengan kualitas dan keamanan bagi pengemudi dan pengendaranya, jangan harap produk itu sukses di pasaran.

Kegagalan Tata Nano merebut hati konsumen India dengan berbekal harga termurah, berlawanan dengan kondisi pasar otomotif negeri itu yang justru terus tumbuh. bahkan semua segmen pasar otomotif India mengalami pertumbuhan positif. Contohnya, segmen mobil penumpang selama Juni tumbuh 38 persen, sedangkan kendaraan komersial meningkat 42 persen.

Baca juga:  ‘Connecting Aspirations’, Cara Baru Tata Motors Merangkul Konsumen

Artinya, dengan produk yang pas dengan yang diinginkan pasar, kehadiran model kendaraan baru diharapkan dapat sukses. Prinsip itu berlaku tak hanya untuk India, tapi juga di seluruh dunia. Konsumen saat ini sudah jauh lebih paham mengenai spesifikasi dan kualitas, karena semua informasi itu bisa didapat melalui Internet, bahkan untuk mengetahui hasil review-nya juga bisa didapatkan di dunia maya.

Kembali ke Tata Nano, model ini dibekali mesin bensin 0.6 liter 2 silinder bertenaga 37hp dan torsi 38lb-ft. Untuk varian terbaru Tata Nano sudah dilengkapi fitur lebih baik, salah satunya berkat perbaikan pada sasis dan juga adanya automated manual transmission (AMT). [dp/TGH]