Kia ‘Absen’ Tiga Bulan dari Gaikindo. Penjualan Terpuruk?


PLUIT (DP) – Data Gaikindo menyebutkan bahwa sepanjang periode Januari – Juni 2018, penjualan mobil secara wholesales total tercapai 553.757 unit, meningkat 104% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar 533.506 unit.

Dari jumlah tersebut, ada beberapa agen pemegang merek yang ‘terisak-isak’ melirik angka penjualannya pada semester pertama tahun ini. Salah satunya adalah merek asal Korea, Kia.

Pada periode itu, Kia hanya mampu mengumpulkan angka penjualan sebanyak 122 unit, dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 0,02%. Pencapaian tersebut turun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 543 unit.

Dengan hasil penjualan ‘sementara’ ini, posisi Kia di tangga industri otomotif nasional melorot ke-22, dari yang sebelumnya di urutan ke-20 (837 unit) dan ke-15 pada 2016, dengan total penjualan sebanyak 1.442 unit.

Dari jumlah tersebut, penyumbang terbesar datang dari Rio dengan penjualan 38 unit, diikuti Grand Sedona sebesar 24 unit, serta Sportage GT Ultimate sebanyak 10 unit. Di segmen pikap, Big-Up (K2700) berkontribusi sebanyak 50 unit.

Baca juga:  'Kepergok' Facelift Sigra di Showroom Daihatsu, Astra Biz Center BSD

Sejatinya, ada yang aneh dari daftar penjualan wholesales Kia pada semester pertama ini. Kia terdata hanya sampai Maret saja, sementara di tiga bulan berikutnya terhitung kosong.

Saat ditanya soal ini, General Manager Business Development PT Kia Mobil Indonesia, Harry Yanto, enggan untuk memberikan komentar. Karena menurutnya, diler-diler tetap ada aktivitas transaksi dan KMI tetap mendistribusikan unit ke diler-diler tersebut.

“Toh mereka perlu hidup dan jualan, kita tetap suplay unit. Kenapa periode itu kosong, karena enggak ada datanya saja, mungkin nanti akan balik lagi suatu saat,” jelas Harry, di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Rabu (18/7).

Dia pun mengklaim bila kondisinya sudah ‘tune-in’ lagi, pihaknya memastikan bakal ‘menyetor’ kembali data penjualan wholesales kepada Gaikindo. Harry mengakui, saat ini pasar mulai beralih ke mobil murah dan mobil mungil.

Berdasarkan data, segmen LCGC dan city car diperoleh angka penjualan sebanyak 132.876 unit, atau turun dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu 135.889 unit. Picanto, model yang mengisi segmen ini tidak tercatat sama sekali.

Baca juga:  New Daihatsu Sigra Katanya Naik Rp 3 Juta, Konsumen Dapatnya Apa?

“Kenapa kondisinya begitu, padahal secara JDP ekonomi naik 5%. Tapi kalau kita tanya secara personal susah, bisnis juga susah, dan persaingan makin ketat,” pungkas Harry. [dp/MTH]