Teknisi Andal Mitsubishi Lahir dari Pusat Pelatihan Ini


JAKARTA (DP) – Beberapa waktu lalu, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) meresmikan Mitsubishi Regional Training Center (MRTC) dan Krama Yudha Tiga Berlian Motors Regional Training Center (KRTC) di Bandung, Jawa Barat.

Fasilitas pusat pelatihan khusus kendaraan penumpang dan niaga Mitsubishi tersebut menjadi MRTC yang ke-8 di Indonesia, setelah sebelumnya berada di Medan, Palembang, Cikarang, Kebumen, Mojokerto, Makassar, dan Banjarbaru.

Hadirnya MRTC terbaru di Kota Kembang ini, sejalan dengan perkembangan jaringan dealer kendaraan penumpang Mitsubishi di Indonesia, di mana untuk MRTC itu berkolaborasi dengan PT Suryaputra Sarana – Sudirman.

Didirikannya MRTC ini dalam rangka mewujudkan komitmen Mitsubishi melahirkan teknisi-teknisi andal, demi kepuasan konsumen loyal Mitsubishi. Dan MRTC Bandung merupakan yang terbesar di Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI dan Direktur Sales & Marketing PT KTB, Duljatmono. Terpilihnya Bandung dengan pertimbangan pasar Jawa Barat menjadi pasar strategis bagi keduanya selain Jabodetebak.

Baca juga:  Aura Positif Mitsubishi Xpander Menjalar Hingga ke Pelosok

Khusus wilayah Bandung, pasarnya juga positif dengan kenaikan pangsa pasar kendaraan penumpang Mitsubishi menjadi 12% dari yang sebelumnya 9% pada tahun lalu. Terlebih dengan kontribusi positif dari Pajero Sport dan Xpander di area tersebut.

Sepanjang 2018, masing-masing model berhasil meraih pangsa pasar sebesar 51% dan 31% di kelasnya masing-masing. Dari itulah, kualitas pelayanan mulai dari teknisi maupun non-teknisi perlu ditingkatkan dengan penambahan jumlah Training Center.

Begitu pun dengan performa penjualan Mitsubishi Fuso yang mampu mendominasi hingga 62,6% market share. Khusus light duty truck, Colt Diesel makin merajai Bandung dengan pencapaian pangsa pasar 67,4%.

Sementara untuk wilayah Jawa Barat, Fuso berhasil menjadi pemimpin pasar dengan market share 63,5% dan Colt Diesel meraih market share absolut sebesar 70,4%.

“Pembangunan KRTC Bandung ini sesuai dengan target kami agar 8 area fokus bisnis kami, masing-masing memiliki pusat training bagi pengembangan staff dealer,” ujar Duljatmono.

Baca juga:  Kantor Pindah, Pabrik Bridgestone di Karawang Dilengkapi Anti-Gempa

Berdiri di atas lahan seluas 2.000 m2, menyediakan dua area besar yakni workshop dan training. Beragam fasilitas pun tersedia, mulai dari 5 ruang kelas, 4 kamar asrama siswa, 15 kamar mandi, area praktek serta ruangan perkakas.

KRTC memberikan program pendidikan dan pelatihan seperti, F-STEP (Fuso Service Technician Education Program) untuk truk dan bus bagi para peserta teknisi dan FSA (Fuso Service Advisor) bagi peserta non-teknisi dealer Mitsubishi Fuso.

Selain itu KRTC juga mendukung program FVEP (Fuso Vocational Education Program) yaitu dengan memberikan pelatihan Basic Automobile bagi para siswa-siswi SMK agar nantinya siap menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.

Selain program-program tersebut, sarana KRTC juga dapat digunakan untuk mengadakan fleet training, yakni pelatihan khusus untuk para mekanik dan supir perusahaan-perusahaan besar pengguna Mitsubishi Fuso.

Baik MRTC maupun KRTC merupakan pusat pelatihan berstandar Mitsubishi global, yang mengikuti konsep MMC Global Training Center, di mana mereka menyebutnya dengan ‘satelite training’ atau regional training center, seperti di Dubai dan MMTH – Thailand.

Baca juga:  Porsche GT Vision, Truk yang Bisa Hidup di Dua Dunia

Dalam pelatihannya, MRTC diawasi oleh MMKSI-Training Center Jakarta. Selain itu MMKSI juga menyediakan kendaraan praktik, peralatan, sertifikasi instruktur, control administration, dan akomodasi training.

Meliputi Xpander, Pajero Sport, Outlander, Mirage, T120SS, dan L300. Fasilitas ini disediakan untuk menunjang kegiatan technical training, seperti pelatihan untuk teknisi (M-STEP 1, M-STEP 2, M-STEP 3, PM Training) di mana semakin tinggi step, maka semakin sulit tingkat edukasinya.

MMKSI dan KTB sendiri memilih 12 sampai 15 siswa-siswa SMK terbaik yang memiliki komitmen menjalani proses belajar sekitar 1 bulan lamanya demi meraih titel junior teknisi, yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memegang servis ringan sampai servis kelipatan 10.000 km. [dp/MTH]