Hobi Turing Jadi ‘Ruh’ Berdirinya Komunitas Ini


JAKARTA (DP) – Kegiatan turing memang membuat persaudaraan saat di jalan semakin erat. Atas dasar landasan inilah yang lantas membuat para pemilik Yamaha Max Series 250 cc ini sepakat untuk membentuk komunitas yang mereka beri nama Big Max Indonesia (BMI).

Momen spesial itu semakin solid dan resmi dengan dideklarasikannya BMI pada akhir pekan (12/8) lalu, di La Piazza Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Mengusung slogan ‘Brotherhood Never Left Behind’, rupanya tagline ini seiring dengan semangat persaudaraan tidak akan pernah meninggalkan kawannya, kala para pendiri BMI melakoni turing sejak November 2017.

Bertekad untuk merangkul semua pemilik skutik ‘gambot’ ini dalam keluarga besar BMI, misi ‘suci’ pun terkuak yaitu mengangkat potensi wisata yang ada di Indonesia dalam setiap kegiatan turing, sekaligus menjadi pelopor keselamatan di jalan.

Rangkaian pembentukan BMI diawali dengan melakukan Sunmori (Sunday Morning Ride) dari titik kumpul di area KFC Kalimalang, Jakarta Timur, pukul 07.00 menuju Kelapa Gading.

Baca juga:  Kompetisi Futsal, Cara DAM Rangkul Komunitas Motor di Jabar

Setibanya di lokasi, mereka melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) dengan agenda utama pemaparan AD/ART dan pemilihan Pengurus Pusat. Hasil Munas sepakat memilih Ahrens Santosa yang akrab disapa Papi Ari sebagai Presiden BMI, dan Revi Sigit Wijaya sebagai Sekjen BMI.

Munas ditutup dengan seremonial penyerahan bendera Merah Putih dan bendera BMI kepada kedua nakhoda baru tersebut sebagai simbol tugas yang akan diembannya selama dua tahun ke depan (2018-2020).

Dalam menjalankan tugasnya akan dibantu oleh Petrus Lie dan Reynaldo sebagai Bendahara Umum, Adhi Iryahdi dan Christanto Ramli sebagai Kabid Kegiatan, Rudy dan Feri sebagai Kabid Humas, sedangkan Sutrisno Aji didaulat sebagai Dewan Pembina BMI.

Atmosfer sederhana namun khidmat mengiringi pendeklarasian BMI, dan Ahrens didaulat untuk melakukan pemotongan tumpeng sebagai seremoni bahwa BMI siap meramaikan ranah komunitas roda dua di Tanah Air.

“Dengan deklarasi ini, semakin mempertegas keberadaan BMI di dunia bikers Indonesia. Selain melakukan hobi dengan turing, BMI akan menjalin persaudaraan dengan bikers manapun,” ujar Ahrens.

Baca juga:  Gelar Bukber, KTI Jaya Agendakan Turing ke Sumatera

BMI pun berkomitmen untuk siap menjadi pelopor keselamatan jalan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya bahwa dengan motor cc besar pun tidaklah arogan di jalan.

Meski baru berusia satu tahun, anggota BMI tercatat sudah 110 orang yang tersebar di Jabodetabek dan sudah memiliki chapter pertama, yakni Chapter Jawa Timur, dengan beranggotakan 25 orang. Rencananya Chapter Jawa Timur akan dideklarasikan pada 18 Agustus mendatang.

Ingin bergabung? Syaratnya mudah, pertama adalah pengguna Yamaha Max Series 250 cc ke atas, calon anggota wajib membayar iuran keanggotaan sebesar Rp500.000 dan akan mendapatkan kemeja BMI, kaos BMI dan stiker BMI. [dp/MTH]