Cara Gunadi dan Viar Vortex 250 Raih ‘Medali Emas’ di Himalaya


JAKARTA (DP) – Saat ini, putra-putri terbaik Indonesia tengah berjibaku mendapatkan hasil maksimal di Asian Games 2018. Pemerintah pun menarget atlet-atlet Tanah Air mampu menyumbangkan setidaknya 15 hingga 20 ‘kalung’ emas dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.

Namun, dibalik itu, ada sesosok anak bangsa yang mencoba mengharumkan nama Indonesia dengan cara yang berbeda. Yup, adalah Gunadi yang bertekad ingin mengibarkan Sang Merah Putih lewat perjalanan solo riding menuju Pegunungan Himalaya, Nepal.

Dalam ekspedisi yang bakal menempuh jarak tak kurang dari 15.000 km ini, punggawa dari komunitas FreeRiders Indonesia tersebut akan menunggangi sepeda motor merek lokal, yaitu Viar Vortex 250.

Jadwal keberangkatan telah ditentukan, Minggu, 26 Agustus nanti menjadi awal perjalanan pria berusia 41 tahun ini dari halaman depan kantor Kementerian Perhubungan RI.

Pria kelahiran Medan ini mengatakan perjalanan ini sudah ia rencanakan sejak awal tahun 2018. Ia pun menggambarkan bahwa rute yang bakal ditempuhnya tergolong sangat menantang, terlebih dirinya akan melewati salah satu jalan tertinggi di dunia.

Baca juga:  GIIAS 2018 Bakal Diracik Lebih 'Berisi'

“Pegunungan Himalaya sudah menjadi impian saya, dan saya tahu itu sulit. Tapi Alhamdulillah dengan koordinasi yang baik, saya didukung Viar untuk support motornya. Kenapa saya pilih Vortex 250, karena dual purpose dan motor ini karya anak bangsa,” ujar Gunadi, saat ditemui di booth Viar di ajang GIIAS lalu.

Adapun rute yang bakal ditempuh yaitu Jakarta – Sumatera – Pelabuhan Tanjung Balai Asahan – Pelabuhan Klang Malaysia – Kuala Lumpur – Thailand – Myanmar – Nepal – India – Himalaya (New Delhi – Candiargh – Srinagar – Leh – Khardungla Pass- Danau Pangong – Manali – Dangerous Road – New Delhi).

Rute yang dilewati meliputi kondisi medan yang bervariasi mulai dari aspal mulus, jalan berpasir, bebatuan, melintasi hutan dan lembah, hingga salju serta cuaca ekstrem di bawah minus 10 derajat celcius.

Baca juga:  Mau Bergaya dengan Skutik Listrik? Sewa Saja

“Ini bisa dilakukan oleh semua bikers di Indonesia. Kita akan menunjukan budaya lokal dan kita bisa berbagi. Selain itu, saya akan mengunjungi setiap KBRI yang dilewati,” lanjut Gunadi.

Perjalanan ini, lanjut Gunadi, juga menjadi ajang pembuktian bagi produksi anak negeri untuk unjuk ketangguhan. Dirinya pun beranggapan, Vortex 250 cc cocok untuk digunakan melewati segala rintangan menuju pegunungan tersebut.

Diperkirakan bakal menghabiskan waktu sekitar dua bulan, Gunadi menargetkan Sang Merah Putih berkibar di Himalaya tepat di Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang.

Bagi Dede Gunawan, Corporate Manager PT Triangle Motorindo, pemegang merek Viar di Indonesia, perjalanan solo touring ini sangat luar biasa, dan pelakunya adalah orang Indonesia yang akan menggunakan sepeda motor karya anak bangsa.

“Terima kasih kepada Gunadi yang telah mempercayakan Viar khususnya Vortex 250 untuk menuntaskan petualangannya. Perjalanan ini menjadi kesempatan berharga bagi Vortex 250 untuk menunjukan kemampuan serta durabilitas yang dapat sangat dihandalkan untuk kondisi jalan dan keadaan apapun,” tambah Deden.

Baca juga:  GIIAS 2018: Concept Car Daihatsu Bakal Bikin Geger

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan perjalanan ini, selain itu pula misinya cukup terpuji yaitu untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia,” tutup Deden.

Vortex 250 versi karburator bakal menjadi tunggangan Gunadi selama melakoni turing ini. Motor dengan banderol Rp 41,6 juta tersebut dibekali mesin 4 tak SOHC 4 katup berkapasitas murni 249,6 cc dengan tenaga 24 hp dan torsi 22,5 Nm. [dp/MTH]