Limo-Jet, ‘Pesawat Jet’ yang Boleh Melaju di Jalan Raya


LOS ANGELES (DP) – Jangan kaget bila saat Anda berada di Amerika Serikat melihat pesawat jet pribadi melaju di jalan raya, karena sebenarnya jet itu adalah mobil jenis limosin.

Buah karya perusahaan yang bermarkas di Illinois, Amerika Serikat, bernama Jetsetter, Inc. ini baru saja melakukan debut resmi di Dallas dalam ajang KnowledgeFest, yakni festival elektronik mobile.

Sejauh ini belum ada informasi seputar limosin bertampang pesawat jet itu. Gagasan membangun pesawat jet jalanan ini muncul pertama kali pada 2006. Penggagasnya adalah Dan Harris dan Frank DeAngelo. Cukup lama memang mewujudkan ide itu menjadi sebuah kendaraan yang benar-benar bisa dikendarai bukan di habitatnya.

Tapi yang paling membuat senang keduanya adalah mendapat izin resmi untuk bisa melaju di jalan raya.

Jika melihat tampilannya dari luar, sekilas Limo-Jet layaknya jet pribadi. Hanya saja kendaraan ini tak punya sayap, meski memiliki ekor dan sayap kecil di belakang seperti ditemui pada pesawat terbang.

Hal yang tak biasa lagi adalah keberadaan dua roda di depan (kanan-kiri) dan dua lainnya di belakang, yang menegaskan kendaraan ini bukanlah pesawat jet. Untuk roda pesawat biasanya ada satu di bawah moncong dan dua atau dua pasang di bawah badan atau sayap.

Pada bagian kabin Limo-Jet, Anda akan menemukan sesuatu yang kembali akan membuat Anda heran. Suasana di kabin Limo-Jet lebih mirip cafe atau tempat pesta, karena selain gemerlap lampu, juga dijejali sejumlah speaker, layar, dan beberapa tempat duduk.

Sedangkan pada kokpit hanya terdapat satu tempat duduk untuk pengemudi. Tetapi di ruang ini juga ditemukan banyak layar monitor, yang kemungkinan digunakan untuk memantau situasi di luar ketika bermanuver. Untuk keluar masuk kabin Limo-Jet hanya tersedia satu pintu di samping.

Pada bagian eksterior tak kalah ‘ngejreng’ dengan interiornya. Bodi Limo-Jet dilabur cat warna merah metalik. Pod mesin yang terpasang pada kanan kiri bodi juga dilengkapi lampu sehingga tampak berkilau saat malam hari.

Bagaimana dengan dapur pacunya? Karena untuk mendapatkan izin menggunakan mesin pesawat jet di jalan raya kecil kemungkinan disetujui, maka dipilihlah mesin V8. Tapi tak diungkap pihak mana yang mengembangkan mesin tersebut.

Dengan wheelbase yang panjang, jelas limosin berperawakan pesawat jet ini memiliki dimensi panjang yang tak biasa. Terlebih ekornya yang mencuat ke atas akan membuat limosin ini bakal sulit melalui kawasan yang ditumbuhi banyak pohon atau menurunkan penumpang di lobi gedung, karena ekor tersebut berpotensi tersangkut.

Namun demikian, semua kendala itu tak menyurutkan semangat punggawa Jetsetter untuk segera beroperasi di jalan aspal. [dp/TGH]