Tengah Riding di Ukraina, Motor Mario Irot Ramaikan Festival Indonesia


KIEV (DP) – Dalam perjalanan pulang ke Indonesia setelah menuntaskan penjelajahan Benua Afrika, Mariot Iroth menambah jam ridingnya dengan menjelajah Eropa. Eropa bagian utara dan tengah telah dijelajah. Kini dia tengah berada di Eropa Timur. Pada akhir Agustus lalu, sang petualang yang riding bersama Honda CRF250Rally, mengabarkan baru menyelesaikan penjelajahan di Ukraina.

Dalam catatannya, penjelajahan ini telah menghabiskan 318 hari. Sementara Km di speedometer sang motor telah menembus angka 38.315. Dahsyat! Mario bersama tandemnya yang mengabadikan perjalanan, Lilis Suryani, hampir setahun berkelana membelah aspal dunia sebagai bagian dari Wheel Story seasion 5.

Mario menceritakan, ketika tengah kemping di bagian timur Hungaria, dia mendapat email bahwa e-visa Ukraina sudah terbit. Saat itu posisi mereka sangat dekat dengan perbatasan Ukraina. Namun Mario memutuskan untuk riding ke kota Satu Mare, Romania dan mengarah ke utara hingga masuk ke Ukraina lewat border Nevetlenfolu.

Gerbang perbatasan ini tidaklah seramai border lainya sehingga tidak menyita waktu lama untuk mengantri. Siang itu hanya ada 3 mobil yang antri. “Ketika giliran saya masuk imigrasi, semua berjalan lancar dan di bagian custom tidak ada surat penambahan apapun. Petugas hanya mencek data fisik motor dan bisa langsung gas. Seorang militer langsung membuka portal dan atmosfer Ukraina langsung terasa,” urainya.

Baca juga:  Kia Eropa Buka Selubung Digital Instrumen Anyar Xceed

Hari pertama di Ukraina, Wheel Story menuju kota Morshyn melewati daerah pegunungan yang sejuk. Hemm, tercium aroma pinus sepanjang jalan dengan latar belakang desa kecil yang tertata rapi. Terlihat warga desa yang duduk dipinggir jalan menjual buah-buahan segar hasil panen dari halaman rumahnya. Sesekali melintasi perkebunan bunga matahari.

Semua orang ramah, hanya saja terkendala Bahasa, kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris. Jika sukar mengerti maka Bahasa isyarat ataupun google translate yang beraksi. Semuanya senang dan welcome pada pengendara bermotor dari Indonesia ini. Mario mengungkapkan, biaya hidup di Ukraina sangatlah murah dari negara-negara yang sudah dikunjunginya di Eropa. “Serasa seperti berbelanja di Indonesia,” tuturnya.

Setelah bermalam di Vinnytsia, tibalah mereka di Kiev. Kedatangannya disambut hangat oleh Dubes bersama staff KBRI. Malam itu, orang-orang KBRI dibuat terpukau saat Mario melakukan sharing petualangan bermotor usai dinner bareng Dubes RI bersama staff di Wisma Duta Besar di Kiev.

Baca juga:  Sambil Camping, DAM Berbagi Ilmu Manajemen Klub

Di Ukraina, Mario beradaptasi cepat baik lalulintas dan juga berinteraksi dengan warganya. Tak lupa mereka kunjungi restoran Indonesia pertama di Ukraina. 17.084 namanya, diambil dari jumlah pulau di Indonesia terang Eko dan Dewi sang pemilik restoran. Akhirnya kesampaian juga makan masakan Indonesia.

Tim diajak berkunjung ke Botanical Garden dimana di dalamnya terdapat taman dari berbagai negara, salah satunya adalah Indonesia. Berdiri di tengahnya sebuah saung Sunda yang bisa dipakai khalayak umum untuk bersantai sembari menikmati taman Indonesia. “Siang itu kami makan disaung bersama seluruh staff KBRI setelah melaksanakan kerja bakti bersama di Taman Indonesia,” cerita Mario.

Secara spesial, Wheel Story mengikuti perayaan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2018 di halaman Wisma Dubes, team wheel story ikut melaksanakan upacara Dirgahayu RI ke-73. Di hari yang sama pada malam harinya berlangsung ‘Resepsi Diplomatik’ di Balai Kota Kiev.

Wow, motor Wheel Story diberi kesempatan untuk dipajang di dalam gedung yang sudah berusia ratusan tahun ini. Dalam acara Resepsi Diplomatik ini, wheel story dikenalkan oleh Dubes Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi ME. ke para tamu Diplomat undangan yang hadir.

Baca juga:  Suzuki Perkuat Lumbung Penjualannya di Sulawesi Selatan

Ditempat yang sama digelar ‘Festival Indonesia’ selama beberapa hari. Festival bertujuan untuk memperkenalkan Indonesia ke masyarakat Ukraina. Ditampilkan aneka produk-produk Indonesia seperti Pahatan dari Bali, alat alat musik tradisional, kopi dan teh serta beragam destinasi wisata di Indonesia.

Ditampilkan juga tarian dari beberapa daerah yang uniknya dibawakan oleh Mahasiswi Ukraina. Bersama-sama dengan budaya khas Indonesia, motor Wheel Story yang sudah menjelajah berbagai negara dari Afrika hingga Eropa, menjadi sebuah kebanggan tersendiri.

Tak terasa hari begitu cepat berlalu. Visa Russia sudah selesai sehingga waktunya untuk meninggalkan Ukraina. Dari halaman Wisma Indonesia, Dubes Yuddy bersama Staff melakukan pelepasan petualangan Wheel Story sambil menyematkan pin KBRI sebagai apresiasi terhadap petualang bermotor Indonesia yang sudah mengunjungi Ukraina.

Dan destinasi berikutnya yaitu Moscow Russia, melewati perbatasan bagian Timur. Nantikan kisah selanjutnya petualangan Wheel Story. [dp/ARH]