BEIJING (DP) – Mobil nasional Malaysia Proton sepertinya sudah tak layak menyandang status sebagai mobil asli negeri jiran tersebut, karena sebentar lagi produksi Proton akan dilakukan di China setelah sebagian sahamnya dikuasai oleh pabrikan mobil China.
Zhejiang Geely Holding Group Co. berencana membentuk perusahaan patungan dengan konglomerat Malaysia, DRB-Hicom, untuk merakit mobil dengan merek Proton di China.
Geely dan DRB-Hicom masing-masing akan memiliki 50 persen saham di perusahaan patungan tersebut, yang diharapkan akan mengembangkan kendaraan dengan energi alternatif dan bermesin konvensional, tulis suratkabar China Business News.
Kedua pihak masih membahas soal lokasi pendirian pabrik dan menghitung investasi yang dibutuhkan, sebut suratkabar tersebut.
Rencana itu dibuat menyusul perjanjian kemitraan yang diteken Geely dan DRB-Hicom pada 18 Agustus lalu, bersamaan dengan kunjungan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ke markas Geely di kota Hangzhou.
Berdasarkan kerangka kerjasama itu, kedua perusahaan berkomitmen untuk mengembangkan kendaraan listrik dan meningkatkan pangsa pasar Proton.
Pada Juni 2017, Geely melakukan finalisasi kesepakatan untuk membeli 49,9 persen saham Proton Holdings dari DRB-Hicom. Berdasarkan kesepakatan yang sama, Geely juga membeli 51 persen saham pabrikan mobil sport asal Inggris, Lotus Cars, dari Proton.
Setelah menyelesaikan perjanjian kerjasama itu, chairman Geely, Li Shufu, mengatakan prioritas utama pihaknya adalah membangkitkan pertumbuhan dan memperbaiki profitabilitas bagi Proton dan Lotus seraya terus mengembangkan teknologi baru, seperti elektrifikasi dan kecerdasan buatan.
Pada awal tahun ini, Geely telah melakukan perombakan manajemen di Proton dan Lotus.
Sementara itu, pada awal Agustus lalu, Bloomberg melaporkan bahwa Geely tengah mempertimbangkan untuk berinvestasi sedikitnya 1,5 miliar poundsterling (13,1 miliar yuan) di Lotus sebagai upaya membangkitkan kembali merek mobil legendaris asal Inggris itu.
Geely merupakan pabrikan mobil terbesar di China, dengan penjualan mendekati 887.000 unit selama tijuh bulan pertama tahun ini. Selain memiliki saham di Proton dan Lotus, Geely juga memiliki Volvo Car Corp. dan menguasai sekitar 10 persen saham di Daimler AG. [dp/TGH]

