Begini Cara Bikin Sopir Bus Taat Aturan Main di Jalan


JAKARTA (DP) – PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) kembali melanjutkan gelaran Hino Safety Driving Competition di kota ke 17 yaitu Yogyakarta. Berbeda dengan kota-kota sebelumnya, ajang ini tidak hanya untuk sopir truk saja melainkan juga sopir bus.

Turut dilibatkannya sopir bus karena melihat di Pulau Jawa, bus masih menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat. Disisi lain, kegiatan ini juga menjadi edukasi bagi mereka untuk melakukan pengecekan rutin sebelum beraktivitas.

“Adanya pelatihan bagi para pengemudi bus dan truk ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara di jalan, dan dapat menurunkan angka kecelakaan oleh bus atau truk di jalan,” ungkap Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI.

Sejumlah materi dan teori terkait berkendara sesuai peraturan lalu lintas diberikan kepada 100 pengemudi truk dan bus. Seluruh kegiatan pun dikemas dengan menarik, baik saat tes tertulis maupun praktek lapangan.

Baca juga:  Yuk Intip Truk 'Mimpi' Avenger Asal Kendal Ini

Untuk tes tertulis dilaksanakan di showroom Yogyakarta, dengan pengujian mengenai keselamatan berkendara seperti daily inspection, proper driving, economical driving, safety driving, dan tanda rambu – rambu lalu lintas.

Setelah itu 10 pengemudi terbaik dari bus dan 10 pengemudi kategori truk dari hasil tes hari pertama akan melanjutkan ke hari berikutnya untuk inspection test dan skill test berupa zig – zag forward dan backward serta reverse parking yang bertempat di Jogja Expo Center (JEC).

Khusus bagi peserta pengemudi bus terdapat test tambahan berupa eco driving test, yakni teknik mengemudi bus yang ekonomis agar saat melaju, bus jadi lebih hemat dalam konsumsi bahan bakar.

Diharapkan setelah kompetisi ini setiap pengemudi bus dapat menguasai teknik mengemudi seperti properly driving. Ini adalah teknik mengemudi yang tepat dan benar sesuai petunjuk teknis dari pabrikan Hino.

Baca juga:  Dua Agenda Penting PSF Sebelum Perayaan HUT ke-7

Kedua, safety driving yaitu teknik mengemudi bus yang memperhatian ketentuan dan rambu di jalan raya untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Karena banyak kecelakaan disebabkan oleh faktor kelalaian pengendara yang abai terhadap kesiapan armada, hingga faktor keteledoran pengendara dalam menjalankan kendaraannya dan tidak mematuhi rambu lalu lintas.

“Teknik mengoperasikan bus yang baik dan benar akan membuat berkendara jadi lebih aman dan nyaman bagi penumpang. Selain itu bagi pengusaha bus sendiri, usia pakai kendaraan jadi lebih panjang dan masa pakai suku cadang juga bisa dimaksimalkan,” pungkas Santiko. [dp/MTH]